Pendapatan Industri Blockchain Diperkirakan Turun 28% pada 2026, Tapi Isinya Berubah | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Pendapatan Industri Blockchain Diperkirakan Turun 28% pada 2026, Tapi Isinya Berubah

Pendapatan yang terkait dengan blockchain diperkirakan turun sekitar 28% pada 2026, dari kira-kira US$140 miliar pada perbandingan 2025 menjadi sekitar US$100 miliar. Proyeksi itu dirilis 29 Oktober oleh sebuah firma investasi, dan penting dicatat sejak awal: ini belum hasil setahun penuh. Angkanya disusun dari data sampai kuartal ketiga, jadi lebih tepat dibaca sebagai estimasi arah, bukan laporan final.

Yang membuat kabar ini layak dicermati bukan sekadar angka turunnya, melainkan alasan di baliknya. Penurunan dikaitkan dengan harga aset digital yang lebih rendah. Di sinilah mekanismenya perlu dipahami, karena pola ini akan terus muncul di berita-berita berikutnya: banyak sumber pendapatan di dunia ini menempel pada harga. Biaya transaksi, imbalan dari penambangan dan staking, sampai pendapatan perusahaan yang bisnisnya berputar di sekitar kripto, semuanya cenderung ikut mengecil ketika nilai asetnya mengecil. Firma tersebut bahkan menyebut pendapatan relatif datar dibanding total kapitalisasi pasar aset digital, artinya ketika kue pasarnya menyusut, potongan pendapatannya ikut menyusut dalam proporsi yang mirip.

Tapi di balik angka yang turun, ada satu cerita yang justru naik: dari mana uang itu datang sedang bergeser. Aktivitas institusional dan pemakaian di ekonomi yang lebih luas bersama-sama menyumbang 33% pendapatan pada kuartal ketiga, dan diproyeksikan menjadi 30% untuk setahun penuh. "Kami melihat pergeseran ke arah fundamental," kata kepala ekonomi firma itu, dan datanya memang ke arah situ.

Kategori pemakaian ekonomi luas, yang mencakup aset yang ditokenisasi, pembayaran, dan pasar prediksi, menyumbang 22% pendapatan kuartal ketiga. Untuk pertama kalinya porsi itu melewati infrastruktur blockchain yang ada di 21%. Pendapatan kategori ini tumbuh 58% dibanding tahun sebelumnya pada paruh pertama. Sementara aktivitas institusional menyumbang 12% pendapatan hingga kuartal ketiga, naik dari 6% pada 2021, dengan nilai US$6,1 miliar pada paruh pertama, kira-kira dua kali lipat level tiga tahun lalu, meski US$700 juta lebih rendah dari periode sama tahun lalu. Yang perlu dibaca jujur: sebagian kenaikan porsi institusional terjadi bukan karena nilainya melonjak, melainkan karena total pendapatan turun lebih cepat, sehingga potongannya terlihat membesar.

Satu hal lagi yang bikin estimasi ini lebih luas dari dugaan awam: angka US$100 miliar bukan cuma biaya yang dibayar langsung di jaringan. Cakupannya termasuk biaya bursa di luar jaringan, pendapatan perusahaan publik, pendapatan dari cadangan stablecoin, serta imbalan penambangan dan staking. Laporannya merangkum 2.621 protokol dan laporan keuangan dari 104 perusahaan publik, jadi gambarannya menjangkau banyak sumber pendapatan sekaligus, bukan satu kanal saja.

Yang bisa mengubah gambaran ke depan cukup jelas dari mekanisme tadi. Kalau harga aset digital bergerak naik lagi, komponen yang menempel pada harga bisa ikut terangkat dan estimasi penurunan ini bisa berubah. Sebaliknya, kalau harga tetap lemah, tekanan pada pendapatan bisa berlanjut. Dan karena ini masih estimasi berbasis data tiga kuartal, angka akhirnya sangat mungkin bergeser saat data setahun penuh masuk. Arahnya belum pasti dan sangat bergantung pada bagaimana pasar bergerak dari sini.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.