Pemilu Brasil Jadi Penentu Arah Aturan Kripto, Pasar Lokal Menahan Napas
Brasil akan menggelar pemilihan presiden pada 4 Oktober, dan hasilnya bisa mengubah arah kebijakan kripto di negara yang disebut sebagai pengguna kripto nomor satu di dunia. Di tengah penantian itu, pasar bergerak tipis: Bitcoin berada di sekitar $84.776 (naik 0,32%) dan Ethereum di $2.687 (naik 0,86%).
Inti ceritanya sederhana: siapa yang menang akan menentukan seberapa ketat aturan kripto beberapa tahun ke depan — dan justru ketidakpastian soal itu yang disebut sudah mendorong pasar kripto lokal masuk fase konsolidasi, yakni bergerak mendatar sambil menunggu kejelasan.
Kenapa politik bisa menggerakkan kripto? Karena pemerintahlah yang menetapkan aturan main: pajak, kewajiban pelaporan, dan pengawasan terhadap bursa. Ketika aturan berubah, biaya dan kemudahan memakai kripto ikut berubah, sehingga pelaku pasar berusaha menebak lebih dulu kebijakan apa yang akan datang dan menyesuaikan posisi mereka.
Jika Presiden Luiz Inácio Lula da Silva mempertahankan kursinya, para analis memperkirakan pengawasan makin ketat — lebih banyak kewajiban kepatuhan bagi pengguna maupun lembaga. Pada masa pemerintahannya, bank sentral telah mengeluarkan serangkaian aturan yang memperkuat pengawasan bursa kripto, dan aparat menindak penggunaan aset kripto oleh kelompok kriminal dan kartel lokal. Kemenangan juga bisa memberi Lula dukungan untuk mendorong rencana memajaki transaksi stablecoin — kripto yang nilainya dipatok ke mata uang seperti dolar — sebuah rencana yang sempat ditinggalkan karena dianggap terlalu memecah belah saat partainya masuk mode kampanye.
Di kubu lawan, arah kebijakan Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, justru belum jelas; tidak ada catatan ia pernah berbicara soal kripto. Yang tercatat, ia pernah membela bekas rekan Glaidson Acácio dos Santos, sosok yang dijuluki "Firaun Bitcoin", dalang skema piramida investasi kripto yang memutar $7 miliar dan merugikan lebih dari 100 ribu nasabah. Bolsonaro meminta pembatalan dakwaan terhadap dua bekas rekan "Firaun Bitcoin" itu, tetapi permintaannya ditolak oleh seorang hakim Mahkamah Agung.
Soal siapa yang unggul, sinyalnya malah bertolak belakang, dan perbedaan itu sendiri adalah informasi penting. Jajak pendapat tradisional memberi peluang hampir seimbang, sebagian bahkan sedikit mengunggulkan Lula. Namun pasar prediksi berkata lain: Polymarket memberi Bolsonaro peluang 59%, sementara Lula tertinggal di 41%, dalam pasar bervolume lebih dari $163 juta. Pengamat lokal pun memperkirakan pemilu berlanjut ke putaran kedua, karena tidak ada kandidat yang diperkirakan meraih di atas 50% suara. Perlu dicatat, bank sentral Brasil sendiri telah melarang pasar prediksi lewat Resolusi No. 5.298 yang terbit 24 April, karena dinilai pada dasarnya menyerupai taruhan berkuota tetap.
Yang perlu diperhatikan ke depan adalah hasil putaran pemilu, lalu apakah pemenangnya benar-benar melanjutkan atau justru menahan rencana seperti pajak stablecoin dan pengetatan bursa. Satu hal sudah berjalan tanpa menunggu hasil: Brasil kini menggolongkan penyedia jasa aset kripto (VASP) ke klasifikasi Tipe 3, dengan kewajiban setara pialang dan perusahaan sekuritas. Artinya, prinsip "risiko yang sama, aturan yang sama" sudah mulai terbentuk, siapa pun yang menang. Gambaran ini masih bergantung pada hasil politik yang belum final, jadi bisa berubah begitu angka resmi keluar.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
