Pembayaran Stablecoin di Perusahaan Naik Dua Kali Lipat, Integrasi Masih Jadi Ganjalan | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Pembayaran Stablecoin di Perusahaan Naik Dua Kali Lipat, Integrasi Masih Jadi Ganjalan

Porsi perusahaan yang sudah benar-benar memakai pembayaran stablecoin dalam operasi sehari-hari naik menjadi 18% pada survei global 2026, dua kali lipat dari 9% setahun sebelumnya. Angkanya kecil, tapi laju penggandaannya itulah yang menarik perhatian — dan di balik lonjakan itu ada satu ganjalan yang terus muncul: menyambungkan alat baru ini ke sistem yang sudah dipakai perusahaan.

Stablecoin sendiri adalah token digital yang nilainya dipatok ke mata uang seperti dolar, sehingga bisa dipakai memindahkan uang tanpa naik-turun harga seperti aset kripto biasa. Daya tariknya terutama di pembayaran lintas negara, karena uang bisa berpindah lebih cepat ketimbang jalur bank tradisional. Dalam survei ini, 53% responden mengaku organisasinya sudah memakai atau sedang menjajaki pembayaran ke pemasok lintas negara dengan stablecoin atau tokenized deposit, dan separuhnya mengatakan hal serupa untuk menerima pembayaran antarbisnis dari luar negeri. Perlu dicatat, dua angka itu sudah mencakup yang baru sekadar menjajaki, bukan hanya yang sudah memakai.

Masalahnya, sebuah perusahaan tidak bekerja dengan satu aplikasi pembayaran saja. Ada sistem pencatatan keuangan (ERP), pengelolaan kas (treasury), dan koneksi ke bank yang sudah berjalan bertahun-tahun. Kalau cara bayar yang baru tidak nyambung ke sana, yang terjadi bukan penghematan melainkan kerja tambahan. Itu sebabnya 76% responden korporat menilai sambungan ke sistem ERP, manajemen kas, dan perbankan sebagai sangat penting atau kritis. Sebanyak 74% ingin layanannya langsung menyatu ke tampilan yang sudah mereka pakai, sementara hanya 14% memilih antarmuka aset digital terpisah. Dan hanya 5% yang merasa sistemnya sudah benar-benar terintegrasi; 71% justru memperkirakan masih butuh penyesuaian sedang hingga perombakan besar.

Dari sinilah muncul pola yang masuk akal: 63% responden korporat mengatakan kemungkinan besar mereka akan mengadopsi kemampuan pembayaran berbasis blockchain lewat bank atau penyedia pembayaran yang sudah mereka pakai sekarang. Lebih mudah menambah fitur lewat mitra yang sudah terhubung ke sistem internal daripada membangun jalur baru dari nol.

Sisi penyedia layanan bergerak searah. Porsi lembaga keuangan yang sudah menyediakan layanan stablecoin atau berniat menghadirkannya dalam dua tahun melompat ke 69%, dari 30% pada survei 2025. Di kalangan bank, 49% sudah menawarkan atau berencana menawarkan tokenized deposit dalam periode itu. Di sisi perusahaan, 15% memakai tokenized deposit, dan 21% memakai stablecoin, tokenized deposit, atau keduanya.

Yang juga penting dipahami: angka-angka ini menggambarkan peserta survei, bukan seluruh dunia usaha. Survei digelar Juli–Agustus dengan 521 pengambil keputusan senior — 383 dari perusahaan, 138 dari lembaga keuangan — dan 53% berbasis di Amerika Serikat. Survei ini juga tidak memastikan apakah perusahaan yang sama ikut di dua tahun berturut-turut, sehingga lonjakan dari 9% ke 18% sebaiknya dibaca sebagai gambaran arah, bukan pelacakan atas kelompok yang persis sama. Survei global ini pun tidak menetapkan tingkat adopsi di dunia usaha AS secara umum; sebuah survei terpisah pada 18–25 September 2025 atas 148 perusahaan di satu distrik Federal Reserve mencatat baru satu perusahaan yang memakai stablecoin saat ini, dengan tujuh perusahaan non-pengguna berniat memakainya ke depan — cakupan wilayah dan periodenya berbeda, jadi tidak bisa langsung diperbandingkan.

Gambaran besarnya: minat jelas menguat di kedua sisi, perusahaan dan penyedia layanan. Tapi apakah tren ini benar-benar melebar bergantung pada seberapa mulus teknologi ini bisa menyatu ke sistem yang sudah berjalan. Sinyal yang perlu diperhatikan pada survei-survei berikutnya sederhana: apakah porsi yang mengaku sistemnya 'sudah terintegrasi' naik dari angka 5% hari ini. Selama hambatan integrasi belum terurai, adopsi bisa tumbuh pelan meski minatnya tinggi.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.