Paxos Labs Rilis PAXGy, Token Emas yang Dirancang "Menumbuhkan" Emasnya Sendiri | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Paxos Labs Rilis PAXGy, Token Emas yang Dirancang "Menumbuhkan" Emasnya Sendiri

Paxos Labs meluncurkan PAXGy pada Kamis, 24 September — sebuah token yang ditopang emas dan dirancang agar setiap kepingnya mewakili jumlah emas yang makin besar seiring waktu. Jumlah token di dompet Anda tetap, tetapi nilai emas di balik tiap token dirancang bertambah. Sumbernya bukan sulap: emas cadangannya disewakan, dan dari situlah tambahannya datang — dengan catatan penting bahwa tambahan itu tidak dijamin.

Untuk mengerti cara kerjanya, mulai dari fondasinya. PAXGy dibangun di atas PAXG, token yang tiap unitnya mewakili satu troy ounce emas batangan standar London Good Delivery yang disimpan di brankas di London. Bedanya, emas di balik PAXGy tidak sekadar diam menganggur. Sebagian cadangannya disalurkan ke pasar penyewaan emas (gold leasing) dan dipinjamkan kepada peminjam institusi yang sudah diseleksi. Emas yang hanya tersimpan di brankas tidak menghasilkan apa-apa; ketika dipinjamkan, ia mendatangkan imbal hasil — dan imbal hasil itulah yang membuat tiap PAXGy lama-lama mewakili lebih banyak PAXG. Jadi saldo Anda tidak berubah angkanya, tapi tiap token dirancang "berisi" emas yang makin banyak.

"Emas sudah dipinjamkan selama ribuan tahun, dan institusi sudah puluhan tahun mendapat hasil dari cadangan emasnya," kata Bhau Kotecha, co-founder Paxos Labs.

Untuk masuk, pengguna bisa menyetor PAXG atau menukar stablecoin yang diterima menjadi PAXGy, dan bisa menebusnya kembali menjadi PAXG kapan saja. Peluncurannya hadir di OKX sebagai satu-satunya bursa terpusat, ditambah sejumlah tempat perdagangan on-chain. Minat pada emas berbentuk token sendiri sedang tumbuh: nilainya menembus 5 miliar dolar AS dan perdagangannya mencapai 90,7 miliar dolar AS sepanjang kuartal pertama 2026 — lebih besar dari total sepanjang 2025.

Yang perlu dicatat, pertumbuhan nilai tukar PAXGy tidak dijamin. Justru karena modelnya meminjamkan emas, ada risiko kredit yang melekat: kalau peminjam gagal bayar atau strategi di luar merugi, nilai tukarnya bisa bergerak turun, bukan naik. Pihak Paxos juga menyebut risiko likuiditas dan risiko pasar. Artinya, yang layak diperhatikan pembaca bukan janji hasilnya, melainkan kesehatan para peminjam institusi dan kondisi pasar penyewaan emas — di situlah letak untung-ruginya, dan di situ pula gambarannya bisa berubah.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.