Pasar Banteng Menjelang Tahun Keempat, Kenaikan Imbal Hasil Jadi Ganjalan Baru | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Pasar Banteng Menjelang Tahun Keempat, Kenaikan Imbal Hasil Jadi Ganjalan Baru

Pasar saham yang sedang naik (bull market) hampir menginjak usia empat tahun, dan sepanjang periode itu saham teknologi hampir selalu menjadi jawaban atas setiap pertanyaan tentang ke mana pasar bergerak. Namun satu hal yang belakangan disorot bisa mengganggu kelanjutannya: kenaikan imbal hasil obligasi.

Intinya sederhana. Ketika reli bertumpu pada segelintir sektor, terutama teknologi, kesehatan pasar jadi sangat bergantung pada sektor itu. Di sisi lain, imbal hasil obligasi adalah "saingan" saham. Saat imbal hasil naik, obligasi yang relatif lebih aman mulai menawarkan imbalan yang menarik, sehingga sebagian dana bisa berpindah dari saham. Kenaikan imbal hasil juga membuat keuntungan perusahaan di masa depan terasa kurang berharga jika dinilai hari ini — dan itu paling terasa di saham teknologi yang harganya sudah mahal karena bertumpu pada ekspektasi pertumbuhan jauh ke depan. Dua hal inilah yang membuat lonjakan imbal hasil bisa menekan kelompok saham yang selama ini jadi motor reli.

Yang perlu dicatat, ini belum tentu terjadi dan arahnya belum pasti. Gambarannya akan banyak ditentukan oleh ke mana imbal hasil obligasi bergerak selanjutnya: kalau terus naik, tekanan pada saham teknologi berpotensi membesar; kalau mereda, tekanan itu bisa surut. Karena reli begitu bergantung pada satu sektor, pergerakan imbal hasil layak diperhatikan sebagai salah satu penanda yang bisa mengubah suasana.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.