Ongkos Kirim Kontainer China–Pantai Timur AS Kembali ke Puncak Era Pandemi
Biaya mengapalkan satu kontainer dari China ke Pantai Timur Amerika Serikat sudah naik kembali ke level yang terakhir terlihat ketika pandemi COVID-19 mengacak-acak perdagangan dunia, dan menurut kalangan analis tarif ini bahkan bisa menembus rekor baru. Pemicunya sekarang berbeda: perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mendorong harga bahan bakar naik.
Hubungannya sebenarnya sederhana. Kapal kontainer berjalan dengan bahan bakar dalam jumlah besar, dan bahan bakar itu berasal dari minyak. Ketika ada konflik di kawasan yang dekat dengan jalur minyak dunia, pasar khawatir pasokan terganggu, sehingga harga minyak cenderung terkerek naik. Begitu bahan bakar kapal ikut mahal, perusahaan pelayaran menutupi tambahan biaya itu lewat tarif angkut yang lebih tinggi. Ujungnya, ongkos memindahkan barang dari satu benua ke benua lain ikut membengkak.
Yang perlu dicatat, tarif yang sedang naik ini adalah tarif di luar kontrak jangka panjang — harga yang bergerak cepat mengikuti kondisi pasar saat itu, sehingga ia paling awal memantulkan kejutan seperti lonjakan harga bahan bakar. Itulah kenapa levelnya bisa melesat lebih dulu dibanding biaya angkut lain yang terkunci dalam perjanjian.
Arah ke depan masih terbuka dan sangat bergantung pada situasi. Jika ketegangan mereda dan harga bahan bakar turun, tekanan pada tarif angkut bisa ikut mengendur. Sebaliknya, kalau konflik berlanjut dan harga minyak bertahan tinggi, peluang tarif mencetak rekor baru menjadi lebih nyata. Bagi yang mengikuti pasar, harga bahan bakar dan perkembangan konflik adalah dua hal yang layak dipantau untuk membaca ke mana ongkos kirim ini bergerak selanjutnya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
