Obligasi Prancis Berpeluang Lega Setelah Moody's Tahan Peringkat
Selisih imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun terhadap obligasi Jerman ditutup di 166 basis poin pada Jumat, dan tekanan terhadap surat utang Prancis berpeluang mereda setelah lembaga pemeringkat Moody's di luar dugaan memutuskan tidak mengubah peringkat kredit Prancis.
Intinya sederhana: pasar sempat bersiap menghadapi kemungkinan penurunan peringkat, dan ketika itu tidak terjadi, salah satu beban yang selama ini menekan harga obligasi Prancis ikut berkurang.
Kenapa peringkat begitu berpengaruh? Peringkat kredit adalah penilaian seberapa aman sebuah negara membayar utangnya. Makin rendah peringkatnya, makin besar imbal hasil yang diminta investor sebagai kompensasi risiko — dengan kata lain, biaya meminjam bagi negara itu naik. Imbal hasil ini biasanya dibandingkan dengan Jerman, yang dianggap patokan paling aman di kawasan euro. Selisih 166 basis poin itulah ukuran 'premi risiko' yang ditempelkan pasar pada Prancis dibanding Jerman: makin lebar selisihnya, makin gelisah pasar; makin sempit, makin tenang. Karena peringkat ditahan, dorongan untuk memperlebar selisih itu berkurang, sehingga obligasi Prancis punya ruang untuk sedikit lega.
Yang perlu diingat, keputusan satu lembaga bukan akhir cerita dan arahnya belum pasti. Selisih tadi bisa kembali melebar kalau muncul kabar fiskal atau politik baru yang membuat pasar cemas, dan bisa menyempit kalau suasana tetap tenang. Angka 166 basis poin pantas dijadikan termometer sederhana: bila menyempit dari situ, kelegaan benar-benar terasa; bila melebar lagi, kecemasan kembali masuk.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
