Nilai Stablecoin Sentuh $306,651 Miliar, Tapi Uangnya Belum Tentu Masuk ke Kripto
Nilai seluruh stablecoin yang beredar tercatat $306,651 miliar per 30 September, naik tipis 0,9% dalam 30 hari terakhir dan bertambah $1,703 miliar dalam sepekan. Tether (USDT) menyumbang porsi terbesar dengan $183,759 miliar, disusul USD Coin (USDC) sebesar $75,466 miliar. Angkanya besar, tapi ada satu hal yang perlu dipahami sebelum menyimpulkan apa-apa: pertumbuhan ini lebih banyak soal stablecoin dipakai sebagai alat bayar, bukan tanda uang baru mengalir deras ke pasar kripto.
Kuncinya ada di cara angka itu dihitung. Yang diukur adalah jumlah token yang beredar, bukan berapa banyak uang tunai yang benar-benar masuk ke kripto. Pasokan stablecoin bisa naik hanya karena token baru dicetak, dipindahkan antar jaringan, atau disebar ulang ke rantai lain — tanpa harus ada dolar baru yang datang untuk membeli aset seperti Bitcoin atau Ether. Jadi kapitalisasi yang naik tidak otomatis berarti minat beli terhadap kripto spekulatif ikut naik. Memahami beda ini penting supaya angka besar tidak langsung dibaca sebagai sinyal pasar sedang panas.
Yang justru bergerak nyata adalah sisi pembayaran. Klien institusi Citi akan bisa menerima pembayaran memakai stablecoin lewat Spring by Citi; infrastruktur Coinbase mengubah aset digital itu menjadi uang tunai, lalu Citi yang menyelesaikan dananya. Tahap awal difokuskan di Amerika Serikat, dengan kemampuan tambahan menyusul kemudian. Di jalur lain, Volante Technologies memasukkan alur kerja USDC ke platform pembayarannya — platform yang kliennya mencakup empat dari lima bank korporasi terbesar dunia dan tujuh dari sepuluh bank terbesar di AS — untuk menangani hal-hal teknis seperti pencetakan, penebusan, pendanaan, notifikasi, hingga transfer antar dompet.
Aktivitas di jaringan TRON juga ramai. Volume transfer USDT di sana tercatat $24,469 miliar pada 25 September 2026, sementara jaringan itu menyimpan lebih dari $94 miliar USDT dan memiliki lebih dari 403 juta akun serta 15 miliar transaksi. TRON dan Ethereum tetap jadi tempat utama peredaran stablecoin.
Yang belum bisa dipastikan justru bagian yang paling sering disalahpahami: data ini tidak membuktikan bahwa pertumbuhan stablecoin sedang mengalir ke pasar kripto yang lebih luas. Inisiatif pembayaran tadi dirancang untuk memperluas pemakaian stablecoin di dalam sistem keuangan yang sudah ada, bukan untuk mendorong pembelian Bitcoin atau Ether. Sinyal yang perlu diperhatikan ke depan adalah apakah geliat pembayaran ini pada akhirnya merembes ke aktivitas beli aset spekulatif — selama itu belum terlihat, pertumbuhan stablecoin lebih tepat dibaca sebagai kabar dari dunia infrastruktur pembayaran, bukan dari selera risiko pasar.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
