Nilai Aset Tertokenisasi Tembus $38,8 Miliar pada 2026 Berjalan | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Nilai Aset Tertokenisasi Tembus $38,8 Miliar pada 2026 Berjalan

Nilai aset yang "ditokenisasi" — diubah menjadi token digital di atas jaringan blockchain — tercatat mencapai $38,8 miliar sepanjang 2026 berjalan, naik 52% dibanding $25,5 miliar yang tercatat untuk sepanjang tahun 2025. Satu catatan penting sejak awal: kedua angka ini tidak mengukur rentang waktu yang sama. Angka $38,8 miliar baru mencakup sebagian tahun 2026, sedangkan pembanding $25,5 miliar mencakup seluruh tahun 2025, jadi selisih 52% itu membandingkan periode yang belum setara.

Tokenisasi pada dasarnya adalah membuat "versi digital" dari sebuah aset keuangan agar bisa dicatat dan dipindahkan di jaringan blockchain. Yang menarik dari data terbaru bukan sekadar besarnya angka, melainkan ke mana pertumbuhan itu mengalir. Kelas aset terbesar tetap surat utang pemerintah AS (U.S. Treasuries), termasuk dana pasar uang, yang mencapai $14,9 miliar tahun ini dibanding $9,1 miliar pada 2025 — dengan dana pasar uang menyumbang 64% dari nilainya. Di dekatnya ada dana investasi alternatif senilai $14,3 miliar, naik dari sekitar $11 miliar, dan di dalam segmen itu kredit menjadi kategori terbesar di kisaran $8 miliar.

Pertumbuhan paling kencang justru datang dari token saham, yang melonjak ke $3,2 miliar, atau 357% di atas posisinya tahun lalu, meski nilainya masih jauh lebih kecil dari dua kelas aset di atas. Sekitar 88% pasar token saham ini berupa saham tunggal dan keranjang saham.

Salah satu pemain di area ini adalah Ondo Finance lewat produk seperti Ondo Stocks, yang memberi investor memenuhi syarat di luar AS eksposur ekonomi yang terkait dengan saham dan ETF yang tercatat di bursa AS. Di sini perlu kehati-hatian membaca: tokennya bukan surat berharga yang mendasarinya, produk ini tidak tersedia untuk nasabah berbasis AS, dan tumbuhnya pasar secara keseluruhan belum tentu berarti permintaan terhadap token ONDO ikut naik. Pemegang ONDO juga tidak memiliki hak pemegang saham maupun klaim atas dividen atau distribusi perusahaan — pembedaan yang penting dipahami sebelum menilai harga sebuah token.

Yang membuat laporan ini layak diperhatikan adalah pergeseran nada pembicaraan di industri. Seperti dikatakan seorang pejabat teknologi dan operasi dari lembaga yang menerbitkan data tersebut, "Pertanyaannya makin lama makin soal bagaimana pasar-pasar ini bisa diperbesar, bukan lagi apakah teknologinya bisa dipakai secara praktis." Ia menambahkan bahwa pertumbuhan lanjutan akan bergantung pada sistem yang bisa bekerja lintas jaringan, regulasi yang mendukung, serta infrastruktur yang berjalan aman dan efisien.

Di situlah letak ketidakpastiannya: angka yang tumbuh cepat belum menjamin arahnya akan terus begitu. Pembanding periode yang belum setara bisa membuat laju pertumbuhan terlihat lebih dramatis dari kenyataannya saat tahun berjalan penuh nanti, dan tiga syarat yang disebut tadi — kompatibilitas antarjaringan, regulasi, dan keandalan infrastruktur — adalah hal yang bisa mempercepat maupun menahan tren ini ke depan. Yang patut diamati pembaca adalah apakah kelas aset terbesar seperti Treasury tertokenisasi terus menambah pangsa, dan apakah kenaikan tajam di token saham bertahan atau sekadar lonjakan dari basis yang masih kecil.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.