Nilai Akuisisi Kripto Melonjak 44% ke Rekor Meski Payung Hukum Macet
Nilai kesepakatan merger dan akuisisi di sektor aset digital melonjak 44% dibanding tahun lalu, mencapai rekor US$9,7 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini. Yang membuatnya menarik: lonjakan itu terjadi justru ketika upaya membuat payung hukum kripto di Amerika Serikat sedang macet. Bulan lalu Senat gagal meloloskan Clarity Act, rancangan undang-undang yang dirancang untuk menata aturan main industri kripto, dan waktu untuk mengesahkannya tahun ini kian menyempit.
Satu benang merah menjelaskan apa yang sedang terjadi: ketika undang-undang tak kunjung ada, lembaga pengatur yang mengisi kekosongannya — dan untuk sebagian sektor, itu sudah cukup membuat kesepakatan tetap jalan.
Kenapa sebuah aturan yang gagal disahkan bisa penting buat jual-beli perusahaan? Saat seseorang membeli sebuah perusahaan, sebenarnya ia sedang membeli penghasilannya di masa depan. Kalau tidak jelas apakah bisnis itu diizinkan dan bagaimana ia akan diawasi, pembeli sulit menghitung risikonya, sehingga kesepakatan tertunda atau dihargai murah. Begitu sebuah lembaga menerbitkan aturan yang konkret — misalnya aset apa saja yang boleh menjadi cadangan sebuah stablecoin, berapa modal yang harus disiapkan, dan siapa yang mengawasi — ketidakpastian di sudut itu mengecil, dan kesepakatan di situ bisa bergerak.
Itulah yang kini berlangsung. Alih-alih menunggu undang-undang, otoritas pasar modal dan otoritas perdagangan berjangka disebut sudah lebih dulu bergerak menata aturan, sementara bank sentral bulan lalu mengeluarkan dua paket ketentuan untuk menjalankan GENIUS Act — undang-undang stablecoin yang sudah lebih dulu berlaku — yang mengatur soal cadangan, kebutuhan modal, manajemen risiko, hingga penyimpanan aset. Persis hal-hal yang semula diharapkan dijawab oleh Clarity Act.
Tapi gambarannya tidak merata, dan di sinilah ceritanya belum selesai. Pelaku industri memperkirakan kesepakatan di bidang yang aturannya sudah lebih jelas akan terus berjalan, sedangkan perusahaan di wilayah yang pertanyaan hukumnya belum terjawab justru lebih sulit dijual. Angka rekor itu juga menyimpan sisi lain: jumlah akuisisi yang diumumkan malah turun 8% dibanding tahun lalu menjadi 87, dan empat kesepakatan terbesar menyumbang tiga perempat dari seluruh nilai. Artinya, nilai yang membengkak lebih banyak ditopang segelintir transaksi besar ketimbang pasar yang melebar.
Yang bisa mengubah arah cerita ini cukup jelas. Selama jendela waktu pengesahan undang-undang masih menyempit, beban penataan aturan tetap berada di tangan para regulator — dan tidak semua pihak yakin langkah lembaga pengatur bisa sepenuhnya menggantikan sebuah undang-undang. Ada yang menilai kerangka hukum yang lebih pasti tetap akan membuka lebih banyak kesepakatan ketimbang aturan yang ditambal sepotong-sepotong. Jadi sinyal yang perlu diperhatikan ke depan bukan sekadar nilai transaksi yang naik, melainkan apakah aturan yang terbit makin jelas dan merata — atau justru menyisakan terlalu banyak wilayah abu-abu yang menahan pembeli.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
