Nikkei Turun 2,2% Terseret Saham Chip dan Bank | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Nikkei Turun 2,2% Terseret Saham Chip dan Bank

Indeks saham Jepang, Nikkei, turun sekitar 2,2% di awal perdagangan, dengan saham produsen chip dan perbankan jadi penekan paling berat. Intinya satu: pelemahan ini sebagian besar "diimpor" dari Wall Street semalam, ditambah kekhawatiran lama soal biaya energi yang belum reda.

Kenapa jatuhnya saham teknologi di AS bisa menyeret saham chip di Tokyo? Karena keduanya hidup dari cerita permintaan yang sama. Produsen chip Jepang menjual ke pasar teknologi global yang itu-itu juga, sehingga ketika investor di AS mulai ragu pada prospek sektor teknologi dan menjualnya malam sebelumnya, pagi harinya saham chip Jepang cenderung ikut bergerak ke arah yang sama. Bukan karena ada kabar baru dari perusahaannya, tapi karena mereka dinilai dengan ukuran optimisme yang sedang menyusut.

Di atas itu ada kekhawatiran soal biaya energi yang lebih tinggi. Logikanya sederhana: energi adalah ongkos yang hampir semua perusahaan harus bayar, jadi kalau harganya naik, biaya operasional naik dan ruang untuk laba menyempit. Kekhawatiran seperti ini membuat investor lebih berhati-hati memegang saham secara umum, termasuk saham bank yang ikut jadi beban terberat pagi ini.

Arah selanjutnya belum pasti dan sangat bergantung pada kabar berikutnya. Yang perlu diperhatikan adalah apakah saham teknologi di AS mulai tenang atau justru makin tertekan, dan apakah kekhawatiran soal biaya energi mereda. Selama dua hal itu belum jelas, tekanan seperti pagi ini bisa datang dan pergi mengikuti suasana pasar global, bukan hanya kondisi di dalam negeri Jepang sendiri.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.