Musim altcoin September disebut berakhir, tapi pola lama memberi sedikit harapan
Gelombang kenaikan altcoin yang sempat menghangat sepanjang September dinilai sudah kehilangan tenaga. Pertanyaannya sekarang sederhana: apakah ini akhir dari cerita, atau cuma jeda sebelum babak berikutnya. Satu petunjuk yang jadi sorotan datang dari pola lama — cara uang berpindah antara stablecoin dan altcoin, persis seperti yang pernah terlihat pada 2023.
Kuncinya ada pada dominasi USDT, yaitu seberapa besar porsi stablecoin seperti USDT di dalam total nilai pasar kripto. Anggap saja USDT sebagai "uang tunai" yang diparkir investor saat mereka ragu. Ketika porsinya membesar, artinya banyak dana memilih duduk di pinggir lapangan, dan altcoin cenderung lesu. Sebaliknya, ketika porsi itu menyusut, biasanya karena dana ditarik keluar dari stablecoin dan dialihkan ke altcoin — dan di situlah reli altcoin sering lahir. Jadi dominasi USDT yang turun kerap menjadi tanda awal uang mulai berani masuk lagi.
Pola semacam itu yang muncul pada 2023 dijadikan acuan bahwa gelombang kenaikan altcoin berikutnya masih mungkin terjadi. Perlu ditegaskan, ini kemungkinan, bukan kepastian. Pola masa lalu tidak harus berulang, dan arahnya akan sangat bergantung pada bagaimana dana benar-benar bergerak ke depan. Yang pantas diperhatikan justru mekanismenya: kalau porsi stablecoin mulai mengecil secara konsisten, itu sinyal uang kembali mengalir ke altcoin; kalau porsinya malah membesar lagi, artinya pasar masih memilih bermain aman dan tekanan pada altcoin bisa berlanjut. Dengan begitu, pembaca punya cara sendiri untuk membaca ke mana angin bertiup, bukan sekadar menunggu tebakan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
