Mitos 'Crash Oktober' dan Peluang di Baliknya
Setiap kali kalender mendekati Oktober, satu ketakutan lama kembali beredar di kalangan investor: keyakinan bahwa pasar saham paling rawan ambruk di bulan ini. Kabar baiknya, ketakutan itu lebih banyak bersandar pada ingatan ketimbang pada bukti — dan justru di situlah sebagian investor melihat celah untuk mengambil keuntungan dari kecemasan orang banyak.
Untuk paham kenapa, ada baiknya diingat bahwa harga di pasar saham tidak turun dari langit. Harga terbentuk dari keputusan banyak orang membeli dan menjual. Ketika sebagian besar pelaku pasar diliputi rasa takut lalu ramai-ramai menghindar atau melepas saham, harga bisa bergerak bukan karena kondisi ekonomi benar-benar berubah, melainkan karena emosi yang menular. Di saat seperti itu, harga bisa jatuh lebih dalam daripada yang dibenarkan oleh keadaan sesungguhnya.
Di sinilah letak peluangnya. Investor yang mampu memisahkan cerita dari fakta bisa memanfaatkan selisih antara harga yang tertekan oleh ketakutan dan nilai yang sebenarnya. Ketakutan terhadap 'crash Oktober' termasuk cerita yang keliru: beberapa keruntuhan besar memang kebetulan terjadi di bulan ini sehingga peristiwanya melekat kuat di ingatan, tetapi satu atau dua kejadian dramatis tidak lantas membuat Oktober lebih berbahaya secara sistematis dibanding bulan lain. Ingatan manusia memang cenderung membesarkan kejadian yang mengejutkan, dan pola pikir itulah yang membuat mitos ini terus hidup dari tahun ke tahun.
Meski begitu, tenang bukan berarti lengah. Yang membedakan peluang dari jebakan adalah alasan di balik pergerakan harga. Kalau pasar melemah semata karena ketakutan musiman yang tak berdasar, penurunan itu bisa jadi berlebihan. Tetapi jika kecemasan itu kebetulan bertepatan dengan alasan nyata — misalnya data ekonomi yang benar-benar memburuk — maka penurunannya bisa saja memang beralasan. Tidak ada yang bisa memastikan arah pasar, dan pekerjaan investor justru terletak pada membedakan mana yang digerakkan oleh fakta dan mana yang cuma digerakkan oleh cerita lama yang terus diulang.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
