Minyak Tembus $100, Bursa Berjangka AS Tertekan Jelang Data Harga
Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat melemah pada Rabu, dengan berjangka Dow turun lebih dari 300 poin atau sekitar 0,5%, sementara kontrak S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing terpangkas 0,2%. Pemicunya datang dari pasar komoditas: harga minyak Brent sempat menembus $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.
Benang merah dari pergerakan ini sederhana — minyak yang mahal kembali membangunkan kekhawatiran soal inflasi, tepat menjelang rilis data harga penting akhir pekan ini. Ketika harga minyak naik, biaya hampir semua hal ikut terkerek, mulai dari ongkos angkut barang sampai harga bahan bakar yang dibayar rumah tangga. Kenaikan biaya itulah yang membuat pelaku pasar cemas inflasi sulit turun secepat harapan.
Dari situ rantainya berlanjut ke pasar obligasi. Ketika inflasi diperkirakan bertahan tinggi, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS ikut naik, dan itu yang terjadi kali ini. Imbal hasil yang lebih tinggi berarti memegang obligasi yang relatif aman jadi lebih menarik, sekaligus membuat biaya pinjaman perusahaan lebih mahal. Kombinasi itu menekan daya tarik saham, sehingga bursa berjangka — yang menjadi ancang-ancang arah pasar sebelum Wall Street dibuka — bergerak turun.
Yang membuat gambaran ini belum tuntas adalah data harga yang dinanti akhir pekan ini. Angka itu bisa memperkuat kecemasan inflasi jika lebih panas dari perkiraan, atau justru meredakannya jika ternyata lebih jinak. Arah minyak sendiri juga masih bisa berbalik; lonjakan ke atas $100 tadi disebut hanya sesaat. Jadi tekanan hari ini lebih tepat dibaca sebagai reaksi terhadap risiko yang sedang menumpuk, bukan kesimpulan akhir — data yang keluar berikutnyalah yang akan menentukan apakah kekhawatiran ini terbukti atau mereda.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
