Minyak Mundur Saat Saudi Cari Jalan Pintas Pasokan, WTI Uji $95,42
Harga minyak mengendur. WTI turun sampai menguji level $95,42 dan Brent ikut melemah setelah Arab Saudi mengalihkan rute pengiriman minyaknya, langkah yang untuk sementara menepis kekhawatiran pasokan bakal tersendat.
Inti ceritanya sederhana: sebagian dari harga minyak sebenarnya adalah "biaya cemas". Ketika pasar takut aliran minyak bisa terputus, harga naik lebih dulu sebagai jaga-jaga, walau setetes minyak pun belum benar-benar hilang dari pasar. Begitu Saudi menunjukkan bahwa minyaknya bisa tetap mengalir lewat jalur lain, rasa cemas itu berkurang, dan tambahan harga yang tadinya dipasang karena takut pun ikut kempis. Itulah kenapa kabar yang terdengar teknis — soal pengalihan rute — bisa langsung menekan harga.
Yang membuat gambarannya belum sepenuhnya lega, pembatasan di Selat Hormuz belum hilang. Selat ini jalur sempit yang dilewati sebagian besar minyak dunia, jadi selama ketegangan di situ masih ada, kecemasan yang tadi mereda bisa kembali dengan cepat kalau situasinya memanas lagi. Tanda yang perlu diperhatikan adalah setiap kabar baru soal kelancaran atau hambatan di jalur tersebut, karena di situlah arah berikutnya kemungkinan ditentukan.
Di sisi lain, pasar gas alam cair (LNG) tetap ketat, dan itu cerita tersendiri: pasokannya sendiri masih terbatas, sehingga tidak otomatis ikut melunak hanya karena kekhawatiran soal minyak berkurang. Arahnya masih akan bergantung pada data dan perkembangan berikutnya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
