Mata Uang Asia Tertahan Saat Imbal Hasil Obligasi AS Cetak Rekor Baru | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Mata Uang Asia Tertahan Saat Imbal Hasil Obligasi AS Cetak Rekor Baru

Mata uang Asia bergerak nyaris mendatar terhadap dolar AS pada perdagangan awal, tertahan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang naik ke level tertinggi baru. Pemicunya satu: pasar makin yakin bank sentral AS masih akan menaikkan suku bunga.

Alurnya sebenarnya sederhana. Ketika imbal hasil surat utang AS naik, menyimpan dana dalam bentuk dolar menjadi lebih menarik karena imbalannya lebih besar. Modal pun cenderung mengalir ke arah dolar, sementara mata uang lain — termasuk di kawasan Asia — kehilangan tenaga untuk menguat. Itulah sebabnya banyak mata uang Asia hanya bergerak mendatar, bukan menanjak, meski juga tidak jatuh dalam.

Kali ini ada satu lapisan tambahan: harga minyak. Minyak yang lebih mahal menambah tekanan inflasi, dan inflasi yang sulit turun justru menjadi alasan yang membuat bank sentral condong mempertahankan atau menaikkan bunga. Jadi kenaikan harga minyak ikut memperkuat cerita suku bunga tinggi yang sedang menahan langkah mata uang Asia.

Arah ke depan belum pasti dan sangat bergantung pada data. Bila ekspektasi kenaikan bunga mereda atau tekanan dari minyak surut, dorongan pada imbal hasil bisa ikut melemah dan ruang bagi mata uang Asia untuk bernapas kembali terbuka. Sebaliknya, selama imbal hasil AS terus menanjak, dolar cenderung tetap kokoh dan gerak mata uang Asia tetap sempit. Yang layak dipantau adalah rilis data ekonomi AS berikutnya dan kelanjutan arah harga minyak.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.