Mantan Menteri Perdagangan AS: Tarif Sudah Kelewatan dan Ikut Memanaskan Harga
Carlos Gutierrez, mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat yang juga pernah memimpin Kellogg, menyebut kebijakan tarif Washington sudah kelewatan dan melonggarkannya bisa membantu meredakan tekanan harga yang ditanggung konsumen Amerika. Satu gagasan yang ia tekankan: tarif pada akhirnya bermuara ke dompet pembeli di dalam negeri.
Logikanya sederhana kalau dipecah. Tarif itu pada dasarnya pajak atas barang yang masuk dari luar negeri. Ketika barang impor jadi lebih mahal karena pajak itu, biaya tambahannya jarang ditanggung sendiri oleh pedagang — sebagian besar diteruskan ke harga rak yang dibayar konsumen. Jadi semakin tinggi dan luas tarifnya, semakin besar pula dorongan ke atas pada harga sehari-hari, dan di situlah inflasi ikut terasa. Dari sudut itu, menurunkan tarif bekerja ke arah sebaliknya: biaya impor turun, tekanan ke harga mengendur.
Gutierrez juga menyoroti bahwa perdagangan kini dipakai jauh melampaui urusan dagang itu sendiri — ia menjadi alat tawar-menawar dalam negosiasi geopolitik dan politik. Artinya, naik-turunnya tarif tidak selalu mengikuti hitungan ekonomi murni, tapi bisa bergerak mengikuti dinamika perundingan antarnegara.
Yang perlu dicatat, ini adalah penilaian satu tokoh, bukan keputusan kebijakan. Arah tarif ke depan tetap bergantung pada langkah pemerintah AS, dan selama belum ada perubahan resmi, gambarannya masih terbuka ke dua arah. Sinyal yang layak diperhatikan adalah pengumuman kebijakan dagang yang konkret serta data harga di Amerika — keduanya yang akan menunjukkan apakah tekanan inflasi benar-benar mengendur atau justru bertahan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
