Likuidasi Kripto Dilaporkan Tembus $19 Miliar dalam Sehari pada 10 Oktober | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Likuidasi Kripto Dilaporkan Tembus $19 Miliar dalam Sehari pada 10 Oktober

Pasar kripto mengalami gelombang likuidasi besar pada 10 Oktober, dengan total posisi yang dipaksa tutup dilaporkan menembus $19 miliar dalam satu hari — angka yang berpotensi menjadi rekor harian. Inti ceritanya bukan sekadar besarnya nominal, tapi bagaimana satu kali guncangan harga bisa memaksa begitu banyak posisi tutup sekaligus.

Likuidasi paksa terjadi ketika seorang trader membuka posisi memakai dana pinjaman, bukan hanya modal sendiri. Selama harga bergerak sesuai arah posisinya, pinjaman itu memperbesar untung. Tapi begitu harga bergerak melawan, kerugian juga membesar lebih cepat dari modal yang disetor. Saat modal jaminan tidak lagi cukup menutup kerugian, posisi itu ditutup otomatis — dijual atau dibeli balik di harga pasar, suka atau tidak.

Di sinilah efek domino muncul. Penutupan paksa itu sendiri adalah transaksi jual atau beli dalam jumlah besar yang menekan harga makin jauh ke arah yang sama. Dorongan harga itu lalu membuat posisi trader lain ikut menyentuh batas jaminannya, sehingga mereka pun ikut dilikuidasi. Rantai inilah yang membuat angka total bisa membengkak sampai puluhan miliar dolar hanya dalam hitungan jam, jauh lebih besar dari pemicu awalnya.

Yang perlu dicatat, angka $19 miliar ini masih berstatus laporan dan bisa saja dihitung berbeda atau direvisi. Yang lebih penting untuk diikuti ke depan adalah apakah tekanan jualnya mereda — tanda gelombang likuidasi sudah kehabisan bahan bakar — atau justru berlanjut dengan posisi-posisi baru yang kembali tersapu. Arahnya belum pasti dan sangat bergantung pada bagaimana harga bergerak dari sini.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.