Lembaga Keuangan Besar Dorong Aset ke Pasar Tokenisasi, Disebut Sulit Berbalik Arah
Sejumlah lembaga keuangan besar disebut semakin banyak memindahkan aset mereka ke pasar tokenisasi, dan seorang eksekutif Fidelity Investments, Matthew Horne, menggambarkan pergeseran ini sebagai sesuatu yang sulit berbalik arah. Berbicara dalam sebuah diskusi panel di Singapura pada Kamis, Horne menilai bahwa dalam 18 bulan terakhir dorongan institusi sesungguhnya menuju masa depan berbasis blockchain membuatnya yakin “tidak ada jalan untuk kembali”.
Satu gagasan membawa cerita ini: tokenisasi tidak lagi dilihat sebagai eksperimen di pinggiran, melainkan mulai merambah ke jantung portofolio investor — saham dan surat utang pemerintah.
Lalu apa sebenarnya tokenisasi itu? Pada dasarnya ia mengubah hak atas sebuah aset menjadi unit digital yang dicatat di blockchain. Yang penting bukan istilahnya, melainkan akibatnya: cara aset diterbitkan, disimpan, dipindahkan, dan didistribusikan ikut berubah. Bagi perusahaan keuangan, perubahan itu bisa memperluas akses bagi investor dan membuka saluran distribusi baru, termasuk menjangkau pasar yang selama ini sulit dilayani produk investasi tradisional secara efisien. Itulah alasan, menurut Horne, manajer aset di AS punya insentif kuat untuk menaruh aset mereka di jalur ini.
Potensinya tidak berhenti di aset alternatif. Ka Yan Chan, kepala pengembangan bisnis aset digital di UBS, menyebut surat utang pemerintah AS (Treasury) dan saham bisa menjadi sumber pertumbuhan besar karena keduanya adalah bagian inti dari banyak portofolio. Menurut Chan, nilai pasar bisa melonjak dari miliaran menjadi triliunan dolar apabila penyedia infrastruktur utama — seperti Federal Reserve atau Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) — memindahkan sistem penyimpanan (custody) mereka ke platform tokenisasi. Jika itu terjadi, perusahaan lain bisa membangun layanan distribusi di atasnya.
Sisi aturan mulai bergerak ke arah yang sama. SEC mengeluarkan surat no-action pada Desember 2025 kepada sebuah anak usaha DTCC, yang mengizinkannya menawarkan layanan pasar efek tokenisasi. Pada September, SEC juga menyetujui pengecualian sementara untuk perdagangan terbatas saham AS versi tokenisasi di sejumlah tempat perdagangan berbasis blockchain.
Langkah konkretnya pun sudah muncul. Securitize mengumumkan pada Kamis bahwa mereka meluncurkan perdagangan untuk saham tokenisasi dari 12 saham AS yang banyak dipegang investor. Penawaran ini mencakup security entitlement, yaitu hak-hak yang melekat pada efek yang mendasarinya. Langkah tersebut melanjutkan penjajakan Securitize bersama perusahaan teknologi Korea Selatan, LG CNS, termasuk kemungkinan infrastruktur untuk dana, saham, dan stablecoin versi tokenisasi.
Meski arahnya terlihat jelas bagi para pelakunya, seberapa jauh dan seberapa cepat ekspansi ini berjalan masih bergantung pada hal yang sama: apakah infrastruktur pasar dan regulator terus mendukung perubahan tersebut. Selama kedua faktor itu bergerak beriringan, ruang untuk tumbuh tetap terbuka; bila salah satunya tersendat, laju adopsinya bisa ikut berubah.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
