Langkah Binance Masuk Pasar Eropa Kandas Setelah Peringatan dari Bos ECB
Rencana Binance untuk masuk ke pasar Eropa lewat Yunani berujung kandas. Setelah lebih dari setahun mengurus izin, bursa kripto terbesar dunia itu akhirnya menarik permohonan lisensinya di Yunani sebelum keputusan resmi keluar. Pemicunya bukan soal teknis dokumen, melainkan penolakan politik dari salah satu tokoh keuangan paling berpengaruh di benua itu: Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, yang dikabarkan secara pribadi menentang rencana tersebut.
Untuk memahami kenapa satu izin di Yunani begitu penting, perlu dilihat cara aturan kripto Eropa bekerja. Di bawah kerangka aturan bernama MiCA, sebuah perusahaan yang mendapat lisensi dari satu negara anggota Uni Eropa bisa langsung menawarkan layanannya ke seluruh blok. Jadi lisensi dari Yunani sebenarnya adalah pintu masuk ke puluhan negara sekaligus. Itulah alasan Binance menaruh perhatian besar pada Yunani: mereka menyiapkan pengumuman besar, rencana kunjungan ke Athena, bahkan pertemuan yang melibatkan CEO-nya, Richard Teng. Binance juga menjanjikan manfaat ekonomi bagi Yunani, dengan perkiraan sekitar €200 juta pemasukan pajak dan sekitar 100 lapangan kerja bergaji tinggi.
Permohonan itu diajukan menjelang akhir 2025, dan regulator Yunani sempat menyatakan akan menyetujuinya pada awal Juni. Namun rencana berubah setelah pejabat Yunani dikabarkan mengingatkan Binance soal sikap Lagarde. Ia disebut menyoroti dua hal: rekam jejak Binance di Amerika Serikat, dan kekhawatiran soal masa depan stablecoin berbasis dolar di Eropa.
Soal pertama menyangkut masa lalu. Pada 2023, Binance mengaku bersalah di AS atas tuduhan pencucian uang dan pelanggaran sanksi, dengan denda mencapai $4,3 miliar disertai pengawasan kepatuhan yang lebih ketat. Soal kedua lebih mengarah ke depan, dan di sinilah letak kekhawatiran ECB. Jika Binance berkembang luas di Eropa, penggunaan stablecoin berbasis dolar — yaitu koin kripto yang nilainya dipatok ke dolar AS — bisa ikut meluas. Bagi ECB, hal itu bersinggungan langsung dengan proyek euro digital yang sedang mereka kembangkan; semakin banyak warga Eropa memakai alat pembayaran yang terikat dolar, semakin kecil ruang bagi mata uang digital versi Eropa sendiri.
Yang menarik, ECB sebenarnya tidak menerbitkan lisensi bursa kripto. Di bawah MiCA, wewenang memberi izin ada di regulator masing-masing negara — dalam kasus ini komisi pasar modal Yunani. Artinya tekanan yang muncul bersifat kebijakan dan pengaruh, bukan penolakan formal lewat jalur perizinan. Binance memilih mundur lebih dulu sebelum ada penolakan resmi, dan sejak melewati tenggat izin, mereka juga menghentikan iklan layanannya di negara-negara Uni Eropa.
Peristiwa ini memperlihatkan celah yang nyata bagi bursa kripto dan penerbit stablecoin di Eropa: izin memang berada di tangan otoritas nasional, tetapi arah kebijakan besar masih dibentuk oleh lembaga-lembaga Eropa. Kabar semacam ini perlu dibaca dengan kepala dingin. Banyak detailnya bersumber dari keterangan orang-orang yang mengetahui prosesnya, sehingga gambarannya bisa berubah bila ada pernyataan resmi baru dari pihak-pihak terkait. Yang layak diperhatikan ke depan adalah bagaimana regulator Eropa menyeimbangkan pintu bagi kripto dengan ambisi euro digital mereka — sinyal itu biasanya datang dari keputusan izin di negara-negara anggota dan dari perkembangan proyek euro digital ECB.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
