Kripto Masuk Gelanggang Pemilu Sela AS 2026, Nasib Aturan Industri Jadi Taruhan
Kebijakan kripto tiba-tiba menjadi bahan kampanye di Amerika Serikat. Kelompok advokasi bernama Stand With Crypto resmi mendukung sejumlah calon anggota Dewan Perwakilan (House) dan Senat menjelang pemilihan sela 2026, sehingga sikap para politisi terhadap aset digital kini ikut diperhitungkan di beberapa pertarungan kursi yang ketat.
Intinya sederhana: siapa yang menguasai Kongres bisa menentukan ke mana arah aturan kripto di AS. Alasannya, semua undang-undang yang mengatur industri ini harus melewati dua kamar Kongres, yaitu House dan Senat. Kalau satu kamar berpindah kendali dari satu partai ke partai lain, peluang sebuah aturan untuk lolos atau tersendat pun ikut berubah. Karena itulah pemilu sela — pemilu di tengah masa jabatan presiden untuk mengisi kursi-kursi Kongres — jadi penting bagi pelaku industri.
Pemicunya terlihat jelas. Pada 15 September, sebuah rancangan undang-undang tentang struktur pasar aset digital bernama CLARITY Act gagal melaju di Senat yang saat ini dikuasai Partai Republik. RUU itu sebelumnya sudah lolos di House pada 2025 dengan dukungan dua partai, tetapi di Senat suaranya tidak cukup untuk memenuhi sebuah tahapan prosedural — semacam ambang suara yang harus dilewati sebelum pembahasan bisa berlanjut. Jadi bukan idenya yang ditolak mentah-mentah, melainkan tersangkut di mekanisme pemungutan suara.
Setelah kegagalan itu, Stand With Crypto memilih jalan politik. Untuk kursi Senat, kelompok ini mendukung Jon Husted dari Republik (Ohio), Ashley Hinson dari Republik (Iowa), dan Chris Pappas dari Demokrat (New Hampshire). Untuk House, dukungan diberikan antara lain kepada Mariannette Miller-Meeks dari Republik (Iowa) dan Shomari Figures dari Demokrat (Alabama). Yang menarik, dukungan menyeberang partai — bukan semata soal Republik lawan Demokrat, melainkan soal sikap masing-masing calon terhadap aturan kripto. Kelompok ini sebelumnya sudah mendukung 32 calon House pada Agustus.
Uang juga mengalir deras. Sebuah komite aksi politik bernama Fairshake — yang sebagian besar disokong Coinbase, Ripple Labs, dan Andreessen Horowitz — menjanjikan dana awal 30 juta dolar untuk mendukung Husted menghadapi pesaingnya dari Demokrat, Sherrod Brown, di Ohio. Hingga Juni, Fairshake tercatat sudah menghabiskan 82 juta dolar untuk berbagai calon di seluruh negeri. Stand With Crypto sendiri lahir dari Coinbase pada 2023 dengan tujuan mendorong aturan yang mereka sebut lebih jelas bagi industri, dan seusai kekalahan 15 September kelompok itu bahkan memperingatkan adanya "konsekuensi" bagi anggota Kongres yang menentang CLARITY Act.
Yang membuat taruhannya makin besar: berdasarkan jajak pendapat, Demokrat justru diunggulkan untuk merebut kembali kendali House sekaligus Senat pada 2027. Kalau itu terjadi, peta kekuatan yang menentukan nasib aturan kripto bisa berubah lagi. Di sinilah letak ketidakpastiannya — tidak ada yang bisa memastikan hasil pemilu, siapa yang akhirnya menang, atau apakah RUU semacam CLARITY akan dibawa kembali dan lolos. Yang patut diperhatikan pembaca ke depan bukan janji kampanye, melainkan tanda konkret: hasil perebutan kursi di negara-negara kunci, dan apakah setelah pemilu ada upaya baru untuk menghidupkan pembahasan aturan aset digital di Kongres.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
