Korea Selatan Susun Aturan Main Sekuritas Token, Siapkan Peluncuran 2027
Regulator keuangan Korea Selatan mengajukan aturan rinci untuk sekuritas token, langkah yang mengubah gagasan ini dari wacana menjadi kerangka hukum yang jelas menjelang peluncuran pada 2027. Rancangan itu menyentuh tiga hal sekaligus: berapa modal yang harus dipegang pihak yang menerbitkan dan menampung aset ini, lisensi untuk perdagangan di luar bursa, dan batas berapa banyak yang boleh ditaruh investor ritel.
Ide yang menyatukan semuanya sederhana: sebelum sebuah pasar baru dibuka lebar, aturan dipasang lebih dulu supaya pondasinya jelas. Sekuritas token pada dasarnya adalah aset keuangan biasa — misalnya saham atau surat utang — yang dicatat dalam bentuk digital sehingga bisa dipindahtangankan dengan lebih cepat dan tercatat rapi. Yang membuatnya butuh aturan khusus bukan 'digital'-nya, melainkan karena ia tetap mewakili kepemilikan nyata yang harus dilindungi seperti aset keuangan lain.
Di situlah ketiga poin tadi masuk akal. Syarat modal memaksa penyelenggara punya cadangan cukup, agar kalau ada masalah bukan dana nasabah yang jadi bantalan. Lisensi untuk perdagangan di luar bursa menata transaksi yang terjadi tanpa lewat bursa resmi, supaya tetap terpantau. Dan batas investasi ritel membatasi seberapa besar pemodal kecil boleh terpapar ke produk yang masih baru — rem yang lazim dipasang saat sebuah instrumen belum teruji di tangan banyak orang.
Yang perlu diingat, ini masih berupa usulan. Isi aturan bisa berubah dalam proses pembahasan, dan jarak sampai 2027 berarti banyak detail teknis yang belum final. Sinyal yang layak diikuti adalah versi final aturan dan bagaimana pelaku pasar — penerbit maupun tempat perdagangan — menyesuaikan diri. Arah akhirnya akan bergantung pada seberapa ketat atau longgar ketentuan itu dikunci nanti.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
