Konsorsium Bank Eropa Dorong Stablecoin Euro untuk Pembiayaan Dagang, Masih Tunggu Izin | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Konsorsium Bank Eropa Dorong Stablecoin Euro untuk Pembiayaan Dagang, Masih Tunggu Izin

Sebuah usaha bentukan puluhan bank Eropa bernama Qivalis sedang menyiapkan stablecoin berdenominasi euro yang, menurut perusahaannya, bisa memangkas siklus jaminan (collateral) dalam pembiayaan perdagangan dari hitungan hari menjadi menit. Yang perlu dicatat sejak awal: rencana ini belum jalan. Izin dari regulator keuangan Belanda masih dalam proses, dan sampai 28 Agustus 2026 Qivalis belum berwenang menerbitkan uang elektronik atau melayani publik.

Stablecoin adalah token digital yang nilainya dipatok ke satu mata uang. Token yang direncanakan Qivalis disebut akan dijamin penuh 1:1 oleh euro tunai — jadi setiap token idealnya berpasangan dengan euro sungguhan yang disimpan sebagai cadangan.

Di sinilah letak ide utamanya. Dalam perdagangan lintas negara sekarang, uang dan jaminan sering harus bolak-balik ditukar ke mata uang lokal di tiap perpindahan, dan tiap konversi itu makan waktu serta biaya. CEO Qivalis, Jan-Oliver Sell, menggambarkan skenario pemasok di Afrika Timur dan pembeli di Kazakhstan yang bertransaksi memakai stablecoin tanpa perlu menukarnya kembali ke mata uang fiat. Kalau nilai token stabil dan bisa berpindah langsung antarpihak, jaminan dan pembayaran tidak perlu lagi melewati rantai konversi berulang — itulah alasan waktunya bisa jauh lebih singkat. Sell menyebut dana-dana pembiayaan dagang makin mempertimbangkan stablecoin untuk transaksi rantai pasok, dan likuiditas stablecoin bisa mengisi fungsi pembayaran di samping penyelesaian digital dan jaminan yang bisa dipindahtangankan.

Qivalis diumumkan pada Desember 2025 sebagai usaha berbasis Amsterdam yang dibentuk bank-bank Eropa, dengan tujuan mematuhi kerangka aturan kripto Uni Eropa (MiCA). Awalnya beranggotakan 10 bank, termasuk BNP Paribas, lalu pada 20 Mei 2026 melebar menjadi 37 lembaga keuangan di 15 negara Eropa setelah 25 bank baru bergabung. Rencana penggunaan tokennya mencakup pembayaran lintas negara, pembayaran terprogram, manajemen rantai pasok, dan penyelesaian aset digital. Sebagai gambaran skala pasarnya, arus stablecoin lintas negara disebut telah mencapai 220,3 miliar dolar AS, dan proposal euro ini akan menempatkan diri di dalam pasar pembayaran dan penyelesaian yang lebih luas itu.

Yang menentukan arah cerita ini bukan janji fiturnya, melainkan lampu hijau regulator. Qivalis telah mengajukan izin ke De Nederlandsche Bank, bank sentral sekaligus pengawas keuangan Belanda, sebagai Lembaga Uang Elektronik (Electronic Money Institution). Selama izin itu belum terbit, target peluncuran pada paruh kedua 2026 tetap sebatas rencana. Langkah konkret berikutnya, dan penanda apakah proyek ini benar-benar bergerak, adalah keluarnya persetujuan tersebut.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.