Ketua Fed Warsh Perkuat Sinyal Bunga Masih Akan Naik
Ketua bank sentral Amerika Serikat (Fed), Kevin Warsh, pada hari Rabu memberi sedikit alasan bagi pasar untuk berpikir bahwa rangkaian kenaikan suku bunga sudah mendekati akhir. Selama ini para investor bertaruh bahwa Fed baru berada di awal siklus menaikkan bunga, dan nada Warsh cenderung memperkuat pandangan itu, bukan meredakannya.
Inti pesannya sederhana: menurut Warsh, tingkat bunga saat ini dinilai belum benar-benar menahan laju ekonomi. Kalau kebijakan yang ada dianggap belum cukup ketat untuk mendinginkan aktivitas, hal itu biasanya menjadi alasan bagi bank sentral untuk terus menaikkan bunga, bukan berhenti. Di situlah letak satu gagasan yang membingkai kabar ini — peluang bahwa kampanye pengetatan berjalan lebih panjang dari yang semula diperkirakan.
Warsh juga menyoroti guncangan energi. Mekanismenya bisa dibaca sehari-hari: ketika harga energi melonjak, biaya hidup dan biaya produksi ikut terkerek, sehingga inflasi jadi sulit turun. Bank sentral umumnya merespons tekanan harga semacam itu dengan menahan bunga tetap tinggi atau menaikkannya lebih lama, supaya permintaan tidak semakin memanaskan harga. Bunga yang lebih tinggi membuat biaya meminjam naik, sehingga belanja dan kredit melambat — dan itulah cara kebijakan meredam inflasi. Karena alasan inilah sejumlah ekonom menilai proses pengetatan bisa berlangsung lebih lama.
Meski begitu, arah ke depan tetap bergantung pada data, bukan pada satu pernyataan. Bila tekanan energi mereda atau muncul tanda-tanda ekonomi mulai melambat, alasan untuk terus menaikkan bunga akan melemah. Sebaliknya, kalau inflasi tetap keras kepala, ruang untuk pengetatan lanjutan masih terbuka. Rilis data inflasi dan pertumbuhan berikutnya yang akan menentukan ke mana pandangan ini condong.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
