Ketika Obligasi Bergejolak, Bursa Saham Ikut Terseret
Pasar obligasi kembali menyetir arah bursa saham pada perdagangan Kamis, dan gejolak di sanalah yang paling menentukan ke mana harga saham bergerak hari itu. Inti ceritanya satu: saat imbal hasil (yield) obligasi bergerak, saham sulit tenang.
Kenapa dua pasar yang kelihatannya terpisah ini saling tarik-menarik? Obligasi pada dasarnya adalah surat utang yang membayar bunga tetap. Ketika imbal hasilnya naik, menyimpan uang di obligasi jadi terasa lebih menarik dibanding menaruhnya di saham yang untungnya belum pasti — sebagian dana pun bergeser. Di sisi lain, imbal hasil yang lebih tinggi biasanya berarti biaya meminjam uang ikut naik, dan itu menekan hitung-hitungan laba perusahaan ke depan. Dua hal inilah yang membuat setiap kali obligasi "berisik", bursa saham cenderung ikut goyah.
Yang perlu dicatat, arahnya belum tentu satu jalur. Kalau imbal hasil mereda dan pasar obligasi kembali tenang, tekanan ke saham bisa mengendur. Sebaliknya, selama pergerakan yield masih liar, ayunan harga saham wajar berlanjut. Petunjuk berikutnya akan datang dari data dan bagaimana pasar obligasi merespons — di situlah, bukan pada satu tebakan arah, letak jawabannya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
