Kepemilikan Kripto di AS Turun ke 11%, Mayoritas Investor Sebut Risikonya Tinggi
Kepemilikan kripto di kalangan investor Amerika Serikat turun tajam menjadi 11% pada 2026, dari 17% setahun sebelumnya. Penurunan enam poin itu terjadi seiring makin banyaknya investor yang menilai aset ini sangat berisiko — 63% memberi label “sangat berisiko” dan 31% lagi menyebutnya “agak berisiko”.
Intinya sederhana: orang masuk atau keluar dari sebuah aset berdasarkan seberapa besar untung yang mereka harapkan dibanding rugi yang mereka takutkan. Ketika keseimbangan itu bergeser ke arah takut rugi, minat ikut mengendur. Survei yang sama mencatat 66% investor tidak berminat sama sekali pada kripto, sementara hanya 19% yang penasaran atau berniat membeli.
Penurunan ini terasa di hampir semua kelompok, tapi tidak merata. Pria muda usia 18–49 tahun tetap yang paling banyak memegang kripto: 24%, meski turun dari 33% setahun lalu — masih lebih dari dua kali lipat kelompok umur dan gender mana pun. Dari sisi pendapatan, 15% investor berpenghasilan tinggi memiliki kripto, dibanding 7% kelompok menengah dan 4% kelompok bawah. Kelompok atas hanya turun empat poin, sedangkan dua kelompok berpenghasilan lebih rendah masing-masing anjlok delapan poin.
Yang menarik, rasa waswas bukan cuma milik mereka yang berada di luar pasar. Bahkan 47% dari pemilik kripto saat ini pun menyebutnya sangat berisiko, dan angka itu naik ke 68% pada investor yang memang tidak berminat. Meski begitu, tingkat kepemilikan 11% masih di atas 6% pada 2021 dan 2% pada 2018 — jadi ini lebih mirip koreksi dari puncak 2025 ketimbang hilangnya minat sepenuhnya. Di kalangan seluruh orang dewasa AS, kepemilikan tercatat 9%, turun dari 14%.
Lalu apa yang bisa membalik arah? Kuncinya ada pada ekspektasi. Riset dari kalangan bank sentral menemukan bahwa ketika orang diberi gambaran soal imbal hasil kripto di masa lalu, keinginan mereka untuk mengalokasikan dana ikut naik. Artinya, persepsi soal untung dan risiko-lah yang menggerakkan partisipasi, bukan angka kepemilikan itu sendiri. Selama kripto masih dianggap terlalu berisiko, minat cenderung tertahan; jika keyakinan soal imbal hasil kembali menguat, gambarannya bisa berubah. Arahnya belum pasti dan sangat bergantung pada bagaimana sikap investor bergerak ke depan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
