Kenapa Tertundanya RUU CLARITY Belum Tentu Menghentikan Reli Kripto
Kabar tertundanya RUU CLARITY sempat memicu kekhawatiran bahwa momentum pasar kripto akan patah, tetapi Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, punya pandangan berbeda: menurutnya kemunduran itu belum tentu mengakhiri reli yang sedang berjalan.
Inti dari argumen ini sederhana. Satu rancangan undang-undang memang penting, tetapi ia bukan satu-satunya penopang harga. Ketika sebuah beleid tertunda di jalur legislasi, itu tidak otomatis menghapus faktor-faktor lain yang selama ini menopang pasar. Hougan menunjuk tiga hal sekaligus: kenaikan harga Bitcoin, semakin masuknya pemain Wall Street, dan proses pembuatan aturan yang tetap berjalan lewat lembaga regulator.
Bagian terakhir itu yang sering luput dipahami. Kejelasan aturan tidak hanya lahir dari undang-undang di parlemen; lembaga pengawas juga bisa menyusun ketentuan sendiri melalui proses rulemaking. Jadi meski satu pintu melambat, pintu lain untuk memberi kepastian bagi pelaku pasar masih terbuka. Di sisi lain, minat institusi besar dan kenaikan Bitcoin berperan sebagai penopang permintaan yang tidak langsung hilang hanya karena satu agenda legislasi mundur.
Meski begitu, ini tetap pembacaan situasi, bukan jaminan arah. Kalau proses aturan lewat lembaga regulator ikut tersendat, atau minat institusi mengendur, dukungan yang disebut Hougan bisa melemah — dan itulah hal yang layak dipantau ke depan. Arah pasar tetap bergantung pada bagaimana ketiga faktor tadi berkembang, bukan pada satu berita tunggal.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
