Kenaikan Suku Bunga Fed Dinilai Perlu, Tekanan Energi Diperkirakan Bertahan | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Kenaikan Suku Bunga Fed Dinilai Perlu, Tekanan Energi Diperkirakan Bertahan

Bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali menaikkan suku bunga acuannya, dan langkah itu dibaca banyak pengamat pasar sebagai keputusan yang memang diperlukan untuk menghadapi inflasi yang belum juga mereda. Intinya satu: menaikkan bunga adalah cara Fed menekan harga yang terus naik, tetapi jalannya tidak mulus karena beban dari sisi energi diperkirakan masih akan terasa cukup lama.

Cara kerjanya sederhana kalau dirunut. Ketika suku bunga naik, biaya meminjam uang ikut naik — mulai dari kredit rumah, kredit usaha, sampai cicilan. Karena meminjam jadi lebih mahal, orang dan perusahaan cenderung menahan belanja. Ketika permintaan barang dan jasa mengendur, penjual tidak lagi leluasa menaikkan harga, sehingga laju inflasi diharapkan ikut melambat. Itulah alasan bank sentral memakai suku bunga sebagai rem: bukan untuk menghukum ekonomi, tetapi untuk mendinginkan tekanan harga yang dianggap sudah terlalu keras kepala.

Masalahnya, tidak semua sumber kenaikan harga bisa diredam dengan suku bunga. Guncangan dari sisi energi — biaya bahan bakar dan tenaga yang mahal — bekerja lewat jalur berbeda. Energi masuk ke hampir semua ongkos produksi dan pengiriman, jadi ketika harganya tinggi, beban itu menjalar ke banyak barang lain. Tekanan seperti ini diperkirakan bertahan sebagai hambatan (headwind), artinya inflasi bisa tetap sulit turun meski permintaan sudah ditekan. Fed praktis sedang melawan dua hal sekaligus dengan satu alat.

Di sinilah letak dilemanya. Kalau permintaan konsumen justru melemah lebih jauh dari yang diinginkan, itu bukan kabar yang otomatis melegakan. Konsumen yang menahan belanja secara berlebihan bisa menjadi guncangan baru yang harus ikut ditangani — sisi lain dari upaya mendinginkan ekonomi tanpa membuatnya terlalu dingin. Jadi arah kebijakan ke depan sangat bergantung pada data: seberapa cepat inflasi benar-benar turun, dan seberapa kuat daya beli masyarakat bertahan. Sinyal pada kedua hal itulah yang akan menentukan apakah Fed masih akan menekan lebih jauh atau justru mulai berhati-hati, dan itu yang layak diperhatikan pelaku pasar dalam pekan-pekan mendatang.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.