Kegagalan RUU Kripto di Senat AS Justru Untungkan Empat Sektor
Sebuah rancangan undang-undang kripto yang gagal maju di Senat Amerika Serikat pada 15 September justru dinilai menguntungkan empat sektor di industri aset digital, bukan merugikannya. Itu kesimpulan analisis Bitwise yang ditulis Matt Hougan dan dipublikasikan 30 September. Intinya ia rangkum dalam satu kalimat: kripto melepas kepastian jangka panjang, tapi sebagai gantinya mendapat aturan yang lebih baik, lebih cepat.
Logikanya sederhana. Sebuah RUU yang batal tidak selalu buruk — kalau isi RUU itu sebenarnya akan menambah pembatasan. Ketika undang-undang tak jadi lewat, aturan main yang sudah ada tetap berlaku, dan di sisi lain regulator bergerak lewat jalur administratif yang jauh lebih cepat ketimbang menunggu proses legislasi bertahun-tahun. Perlu dicatat, pada saat pencatatan harga dua aset terbesar justru sedikit melemah: Bitcoin di US$84.650 (turun 0,96%) dan Ethereum di US$2.681 (turun 1,35%). Yang melonjak adalah sejumlah token spesifik yang akan dijelaskan di bawah.
## Stablecoin tetap boleh menawarkan imbalan
Sektor pertama adalah stablecoin — aset yang nilainya dijaga stabil, umumnya ditautkan ke dolar AS. Platform tetap bisa memberi pengguna imbalan atas saldo yang mereka simpan. RUU yang batal itu dinilai mengancam insentif semacam ini, dengan ancaman denda hingga US$5 juta per pelanggaran. Memang ada UU terpisah bernama GENIUS Act, berlaku sejak 18 Juli 2025, yang melarang penerbit stablecoin membayar imbal hasil hanya karena seseorang menyimpan atau memakai token tersebut. Tapi Hougan melihat celah: imbalan yang datang dari pihak ketiga, bukan dari penerbit. Kenapa ini penting? Imbalan dipakai untuk menarik nasabah. Bursa Coinbase disebut sebagai penerima manfaat terbesar, dan penolakan bank terhadap praktik ini justru dinilai membantu stablecoin merebut pangsa dari sistem keuangan tradisional.
## Bursa mempertahankan keunggulan izinnya
Kedua, operator bursa yang sudah mapan mempertahankan keunggulan di sisi lisensi dan brokerage. Seandainya RUU lolos, akan ada kerangka lisensi nasional yang memudahkan perusahaan keuangan tradisional masuk ke pasar kripto. Tanpa itu, pemain seperti Coinbase dan Kraken — yang sudah mengantongi izin lewat sistem lisensi per negara bagian — tetap memegang keunggulan. RUU itu juga akan membatasi bursa menggabungkan dua fungsi: venue yang mencocokkan transaksi, dan broker yang mengurus order nasabah. Dengan model gabungan itu tetap diizinkan, bursa terhindar dari biaya tambahan yang menurut Hougan akan muncul bila keduanya dipisah.
## Tokenisasi saham dapat ruang uji coba
Ketiga, perusahaan yang merepresentasikan aset keuangan sebagai token blockchain mendapat kesempatan menguji coba. Pada 17 September, otoritas pasar modal AS (SEC) menerbitkan pengecualian lima tahun untuk perdagangan saham yang di-tokenisasi. Venue yang memenuhi syarat boleh memakai automated market maker berizin dan liquidity pool — perangkat lunak dan kumpulan aset bersama yang memfasilitasi transaksi bagi peserta yang disetujui. Selama masa itu, venue tersebut dikecualikan dari definisi hukum sebagai 'bursa', dan sebagian penyedia likuiditas dikecualikan dari definisi 'dealer', meski ada batasan soal saham yang layak dan volume perdagangan. Hougan menyoroti Securitize, yang men-tokenisasi dana untuk institusi seperti Blackrock, Apollo, dan KKR. Poin utamanya: uji coba bisa langsung berjalan sekarang, alih-alih menunggu studi dan penyusunan aturan seperti yang diusulkan RUU, yang diperkirakan makan waktu bertahun-tahun.
## Token buyback mendapat panduan, dengan syarat
Keempat, token yang memakai pendapatan platformnya untuk membeli kembali pasokan sendiri. Per 30 September, analisis itu mencatat kenaikan pasca-pemungutan suara sebesar 104% untuk NEAR, 49% untuk Uniswap, 19% untuk Pump, 15% untuk Hyperliquid, dan 10% untuk Lighter. Pada 28 September, staf SEC memperbarui panduan soal apakah pengumuman buyback bisa dianggap janji yang jadi dasar pembeli berharap untung. Untuk aset non-sekuritas pada sistem yang sudah berfungsi dan tanpa pihak sentral, pengumuman semacam itu dinilai bukan janji. Sebaliknya, untuk sistem yang belum rampung, menyajikan buyback sebagai cara menciptakan imbal hasil justru bisa dianggap janji. Perlu digarisbawahi, panduan staf ini tidak memiliki kekuatan hukum.
Yang membuat gambaran ini belum final adalah faktor politik ke depan. Hougan menyebut satu risiko utama: pemerintahan yang menjabat pada Januari 2029 bisa menunjuk regulator dengan sikap lebih keras, dan itu berpotensi membalikkan keuntungan-keuntungan di atas. Namun menurut penilaiannya, keterlibatan perusahaan-perusahaan keuangan besar yang makin dalam di blockchain membuat pembalikan arah itu semakin kecil kemungkinannya. Artinya, keuntungan yang digambarkan hari ini bersifat bergantung pada kebijakan — bisa berlanjut, bisa pula berubah bila arah regulasi bergeser.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
