Jaringan Listrik AS Makin Sesak, Pusat Data Menambah Beban | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Jaringan Listrik AS Makin Sesak, Pusat Data Menambah Beban

Tekanan pada jaringan transmisi listrik di Amerika Serikat kembali meningkat, karena pembangunan jaringan tidak mampu mengejar cepatnya penambahan pembangkit baru sekaligus naiknya permintaan listrik. Intinya satu: kabel dan gardu yang memindahkan listrik dibangun jauh lebih lambat daripada pertumbuhan pasokan dan kebutuhan, sehingga jaringan menjadi sesak.

Supaya mudah dibayangkan, listrik harus mengalir dari tempat ia dihasilkan ke tempat ia dipakai lewat jaringan transmisi, mirip barang yang harus lewat jalan raya. Ketika jalannya kurang atau sudah penuh, sebagian pasokan tidak bisa lewat. Di pasar listrik grosir AS, hal ini terlihat dari makin seringnya pembangkit energi terbarukan dipangkas keluarannya alias di-*curtail*: listriknya sebenarnya ada, tetapi karena tak bisa disalurkan, sebagian terpaksa dibuang. Fenomena ini disebut sedang mempercepat.

Di sisi permintaan, pusat data menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan yang menonjol. Perusahaan komputasi awan berskala sangat besar (*hyperscaler*) mengambil porsi signifikan dari kenaikan kebutuhan listrik pusat data di sejumlah wilayah, sehingga menekan jaringan yang sudah padat dari dua arah sekaligus: pasokan yang bertambah dan permintaan yang melonjak.

Yang menentukan arah cerita ke depan adalah seberapa cepat jaringan transmisi bisa diperluas dibanding laju penambahan pembangkit dan permintaan. Selama pembangunan jaringan tertinggal, kesenjangan ini cenderung bertahan; sebaliknya, percepatan pembangunan transmisi akan menjadi sinyal bahwa tekanannya mulai mengendur. Gambaran ini masih bergerak dan bergantung pada perkembangan data berikutnya.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.