Jaksa Korea Selatan Kembali Geledah Kantor Bithumb Terkait Dana Perumahan Eksekutif
Jaksa penuntut Korea Selatan kembali menggeledah kantor pusat Bithumb di Seoul pada pagi 29 Oktober waktu setempat, dalam penyelidikan soal dana perumahan perusahaan yang mengalir ke para eksekutif. Penggeledahan dijalankan oleh Divisi Penuntutan Kejahatan Berat 3, dan seorang pejabat Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Selatan menyebut penyidik sedang memeriksa fakta seputar dana untuk pembelian apartemen seorang mantan CEO. Ini bukan kali pertama: kantor yang sama pernah digeledah pada 20 Maret 2025 dalam penyelidikan yang sama.
Inti cerita ini bukan pergerakan harga sebuah koin, melainkan tata kelola — bagaimana sebuah bursa kripto mengatur uangnya sendiri. Itu penting karena bursa adalah tempat orang menitipkan dana. Ketika muncul pertanyaan apakah uang perusahaan dipakai untuk kebutuhan pribadi pengurusnya tanpa aturan yang jelas, yang sebenarnya sedang diuji adalah kepercayaan: kalau kontrol ke dalam longgar, orang wajar bertanya seberapa ketat kontrol atas hal lain.
Latar perkaranya datang dari temuan regulator keuangan Korea Selatan, Financial Supervisory Service (FSS). Dalam laporan Maret 2025, FSS menemukan Bithumb memberikan total ₩11,6 miliar berupa deposit sewa rumah kepada empat eksekutif, baik yang masih menjabat maupun yang sudah tidak lagi. Masalahnya, menurut laporan itu, perusahaan tidak punya aturan internal yang mengatur batas, jangka waktu, maupun penarikan kembali dana tersebut — artinya pemberian itu berjalan tanpa rambu.
Laporan FSS juga memaparkan dua contoh konkret. Ada deposit perumahan senilai ₩3 miliar yang disetujui oleh seorang eksekutif yang masih menjabat untuk penggunaan pribadi. Lalu ada seorang mantan eksekutif sekaligus penasihat yang menerima ₩1,1 miliar dana perumahan perusahaan untuk rumah yang dibelinya sendiri, lalu menyewakan properti itu ke pihak ketiga dengan deposit ₩2,8 miliar. Rincian seperti ini yang membuat penyidik memeriksa apakah dana perusahaan bercampur dengan keuntungan pribadi.
Setelah temuan FSS keluar, Bithumb menyatakan sedang meninjau program dukungan perumahannya dan akan memperkuat pengawasan internal.
Yang perlu dicatat, ini masih tahap penyelidikan — belum ada kesimpulan hukum, dan penggeledahan tidak sama dengan putusan bersalah. Arah kasus akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan jaksa ke depan: apakah berujung pada tuntutan resmi, apa tanggapan lanjutan perusahaan, dan apakah perbaikan tata kelola yang dijanjikan benar-benar berjalan. Untuk sekarang, nilainya bagi pembaca adalah sebagai ukuran soal disiplin internal sebuah bursa, bukan sinyal harga.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
