Investor Yakin Permintaan AI Masih Kuat, Tepis Kekhawatiran Gelembung
Seorang mitra di firma modal ventura Shakti VC, Liz Harrow, menepis anggapan bahwa lonjakan kecerdasan buatan sudah kehabisan tenaga. Menurutnya, permintaan terhadap teknologi ini masih kuat dan pembangunannya masih jauh dari kata rampung — pandangan yang berlawanan dengan sebagian pihak yang khawatir pasar AI sudah menggelembung dan belanjanya terlalu besar.
Inti perdebatannya sederhana. Kekhawatiran soal gelembung muncul karena perusahaan-perusahaan menggelontorkan uang sangat besar untuk membangun kapasitas AI, sementara belum semua orang yakin hasilnya sepadan. Kalau ternyata pemakaian tidak setinggi yang diharapkan, belanja sebesar itu bisa terlihat berlebihan, dan harga saham yang sudah naik tinggi ikut rentan turun. Di situlah letak alasan orang cemas.
Argumen dari sisi sebaliknya bertumpu pada permintaan. Selama pemakaian nyata terus tumbuh, belanja untuk menambah kapasitas punya alasan yang masuk akal, bukan sekadar euforia. Itulah yang ditekankan Harrow: ia melihat kebutuhan yang belum terpenuhi, sehingga menurutnya tahap pembangunan masih panjang.
Perlu dicatat, ini adalah pandangan satu pihak, bukan kepastian. Yang akan menentukan siapa yang benar adalah data ke depan — apakah permintaan benar-benar bertahan dan belanja besar itu berbuah pemasukan, atau justru melambat. Bagi pembaca, sinyal yang layak diperhatikan adalah angka pemakaian dan pendapatan dari perusahaan yang paling banyak berinvestasi di AI; di sanalah klaim 'permintaan masih kuat' akan teruji.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
