Investor Institusi Kini Pimpin Pasar Kripto, Ditopang Regulasi yang Makin Jelas
Para investor besar kini disebut menjadi penggerak utama pasar kripto, menggeser peran ritel yang sempat mendominasi beberapa tahun lalu — sebuah pergeseran yang menurut salah satu pemimpin industri terjadi karena aturan main yang makin jelas. Co-CEO Blockchain.com, Lane Castleman, dalam sebuah wawancara pada 20 Oktober, menyebut keterlibatan institusi dan kemajuan regulasi sedang membentuk ulang wajah aset digital.
Inti ceritanya sederhana: uang besar butuh kepastian hukum sebelum berani masuk. Investor institusi — dana kelolaan besar dan manajer profesional — tidak bisa menaruh dana di tempat yang aturannya kabur atau berisiko melanggar hukum. Selama aturan belum jelas, mereka cenderung menunggu di pinggir. Begitu hukum di Uni Eropa, Inggris, serta sejumlah wilayah di Asia, Afrika, dan Amerika Serikat mulai menegaskan apa yang boleh dan tidak, pintu itu terbuka. Castleman membandingkannya dengan situasi 2021, saat pasar lebih dikuasai ritel dan keterlibatan institusi sebagian besar hanya lewat hedge fund kripto di luar negeri.
Di AS, ia menyebut ada lebih dari 30 proses penyusunan aturan yang melibatkan otoritas pasar modal dan komoditas. Banyak yang belum rampung, dan satu rancangan bernama Clarity gagal disahkan — hal yang ia sebut mengecewakan. Meski begitu, menurutnya proses yang sedang berjalan tetap memperlebar akses konsumen ke kripto. Dukungan politik terhadap aset digital pun ia nilai makin lintas partai, walau bentuknya bisa berubah tergantung siapa yang sedang berkuasa.
Tidak semuanya mulus. Di dalam negeri AS sendiri, aturan yang berbeda dari satu negara bagian ke negara bagian lain masih menjadi ganjalan: izin penyaluran uang dibutuhkan di sebagian besar negara bagian, dan makin banyak yang menyusun aturannya sendiri. Perusahaan mapan bisa memenuhi syarat itu, tapi pemain baru terbebani lebih berat. Castleman berharap ada solusi di tingkat federal yang menyeragamkan aturan agar operasi lintas negara bagian lebih sederhana.
Pendorong kedua yang ia soroti adalah tokenisasi — memindahkan aset dunia nyata seperti saham ke atas blockchain supaya bisa diakses lebih luas. Lewat kerja sama dengan Ondo, Blockchain.com menawarkan nasabah di berbagai negara eksposur ke saham yang ditokenisasi, memposisikan diri sebagai penghubung antara aset dan pengguna akhir.
Soal ke mana arah siklus pasar, Castleman menolak menyebut adanya titik balik; ia hanya mengatakan kondisi tampak mulai stabil. Ia mencatat penurunan terakhir tidak disertai derasnya pendanaan modal ventura untuk startup kripto baru seperti pada siklus-siklus sebelumnya, sehingga perusahaan mapan punya lebih banyak ruang untuk tumbuh. Yang perlu dicermati pembaca: pandangan ini datang dari pelaku industri yang punya kepentingan di dalamnya. Arah pasar tetap tidak pasti dan sangat bergantung pada bagaimana aturan-aturan yang belum rampung itu akhirnya ditetapkan. Jika proses regulasi melambat atau justru berbalik arah, momentum masuknya institusi yang jadi sandaran cerita ini pun bisa ikut mengerem.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
