Investor Didikan Munger Sebut Kripto 'Pada Dasarnya Palsu' dan Ramal Bakal Lenyap
Seorang investor kawakan kembali melontarkan kritik tajam terhadap kripto. Li Lu, pendiri Himalaya Capital yang dikenal sebagai anak didik mendiang Charlie Munger, menyebut kripto "pada dasarnya palsu" dan memperkirakan aset ini pada akhirnya akan lenyap. Dalam sebuah jamuan investasi bergaya nilai (value investing) di New York, ia bahkan menilai masyarakat akan lebih baik jika kripto dilarang.
Satu komentar dari satu orang memang tidak mengubah apa pun secara langsung, tetapi kenapa ucapan seperti ini layak diperhatikan? Jawabannya ada pada cara harga kripto terbentuk. Berbeda dengan saham yang punya sandaran berupa laba perusahaan atau arus kas, harga kripto sebagian besar bertumpu pada keyakinan pasar — seberapa banyak orang percaya aset itu bernilai dan mau memegangnya. Ketika sandaran utamanya adalah keyakinan, suara dari sosok yang dihormati di dunia investasi bisa ikut menggeser suasana hati pelaku pasar, entah menguatkan keraguan yang sudah ada atau sekadar memanaskan perdebatan lama antara pendukung dan penentang.
Yang perlu diingat, ini adalah pandangan, bukan ramalan pasti. Penilaian "palsu" dan prediksi "akan lenyap" adalah sikap pribadi seorang penganut aliran investasi nilai yang memang cenderung skeptis pada aset tanpa arus kas; di sisi lain banyak pelaku pasar berpendapat sebaliknya. Arah harga ke depan tetap ditentukan oleh hal-hal yang lebih nyata seperti aliran dana, perkembangan aturan, dan permintaan sebenarnya. Komentar semacam ini berguna sebagai pengingat bahwa aset yang nilainya bersandar pada keyakinan bisa bergerak dua arah dengan cepat ketika keyakinan itu diuji.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
