Industri Kripto Gugat Pajak Baru Illinois, Ingin Dihentikan Sebelum Berlaku 2027
Tiga kelompok industri aset digital resmi menempuh jalur hukum untuk menjegal aturan pajak kripto pertama di Amerika Serikat, sebuah pungutan 0,2% yang dibuat Illinois dan dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Inti dari seluruh perkara ini satu hal: Illinois menjadi negara bagian pertama yang memungut pajak khusus hanya untuk bisnis aset digital, dan industri menilai memilih-milih satu jenis usaha seperti itu tidak sah secara hukum.
Aturan yang dipersoalkan bernama Digital Asset Tax Act, ditandatangani Gubernur JB Pritzker pada 16 Juni 2026. Isinya mengenakan pajak 0,2% atas aktivitas bisnis aset digital, mencakup transaksi, transfer, serta jasa penyimpanan (custody) yang disediakan broker. Pajak ini baru menyentuh perusahaan yang mengantongi lebih dari 100.000 dolar AS pendapatan kotor yang terkait dengan Illinois. Angka pajaknya sendiri kecil, tapi yang membuat industri gelisah bukan tarifnya, melainkan beban untuk mematuhinya: perwakilan industri memperkirakan ongkos pemenuhan aturan bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu dolar per perusahaan, bahkan ada yang memperkirakan tembus 1 juta dolar. Artinya, mencatat dan melaporkan agar sesuai aturan bisa jauh lebih mahal daripada pajak yang dibayar itu sendiri.
Blockchain Association bersama Crypto Council for Innovation mengajukan gugatan pada 21 Agustus, sementara Digital Chamber lebih dulu melayangkan gugatannya pada akhir Juli. Keduanya masuk ke Sangamon County Circuit Court, dan mereka tidak sekadar meminta peninjauan; mereka ingin aturan itu dihentikan total sebelum sempat berlaku. Pada 9 September 2026, mereka mengajukan permohonan penghentian sementara (preliminary injunction) agar pengadilan memblokir pelaksanaannya sebelum tenggat akhir tahun. Tenggat inilah yang membuat waktu menjadi krusial: bila pengadilan tidak bertindak sebelum tahun berganti, perusahaan terpaksa memilih antara membayar mahal untuk patuh atau menghadapi risiko sanksi pidana karena tidak patuh.
## Kenapa mereka sebut aturan ini melanggar hukum
Argumen para penggugat bukan soal menolak pajak, melainkan soal cara pajak ini disusun. Pertama, mereka memakai Commerce Clause: dengan hanya memajaki aktivitas aset digital sementara aktivitas keuangan tradisional yang setara dibiarkan bebas pajak, aturan ini dinilai mendiskriminasi satu jenis perdagangan antarnegara bagian. Kedua, soal Due Process. Frasa pendapatan "terkait dengan Illinois" dianggap terlalu lebar sehingga bisa menyeret perusahaan yang nyaris tak punya kehadiran fisik di negara bagian itu. Ketiga, mereka menyandarkan diri pada Internet Tax Freedom Act, undang-undang federal yang melarang pajak diskriminatif atas perdagangan elektronik; jika transaksi aset digital tergolong perdagangan elektronik, maka pajak yang menyasarnya secara khusus bisa bertabrakan dengan aturan federal.
Para penggugat juga mempersoalkan cara aturan ini lahir. Digital Asset Tax Act disahkan pada jam-jam terakhir sesi legislatif sebagai bagian dari paket anggaran tahun fiskal 2027, dengan pembahasan yang mereka nilai terbatas untuk sebuah beleid yang menciptakan kategori pajak negara bagian yang sepenuhnya baru.
Yang perlu diikuti dari sini adalah putusan pengadilan atas permohonan penghentian sementara. Bila dikabulkan sebelum akhir tahun, pelaksanaan pajak tertunda dan perusahaan punya napas. Bila tidak, aturan tetap menyala pada 1 Januari 2027 dan perusahaan harus mengambil keputusan sulit. Karena ini kasus pertama di AS, hasilnya bisa menjadi acuan bagi negara bagian lain yang ingin menempuh langkah serupa maupun bagi industri yang ingin menahannya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
