Industri Kripto Bersiap Hadapi Aturan Lebih Ketat Setelah Demokrat Kuasai Kongres AS
Harga Bitcoin tercatat naik 3,83% ke sekitar $80.642, dan Ethereum naik 6,47% ke $2.429, pada saat berita ini disusun. Namun kabar yang lebih menentukan arah pasar kripto ke depan datang dari Washington. Demokrat berhasil merebut kendali atas Senat dan DPR dalam pemilu sela 3 November 2026, dan itu mengubah peta aturan untuk aset digital. Intinya, yang berubah bukan hanya siapa yang berkuasa, tetapi seberapa cepat aturan kripto bisa disahkan dan seberapa ketat pengawasannya.
Pusat persoalannya ada pada RUU CLARITY, aturan yang dirancang untuk menata pasar kripto secara menyeluruh. RUU ini gagal lolos di Senat dengan skor 49-50. Senat umumnya butuh 60 suara untuk menghentikan penundaan debat yang dikenal sebagai filibuster, jadi partai yang menang tidak bisa mengesahkan aturan sendirian. Mereka perlu dukungan dari seberang. Akibatnya, RUU yang sekarang akan kedaluwarsa ketika Kongres ke-119 berakhir pada 3 Januari 2027. Kalau ingin dilanjutkan, pembuat undang-undang harus mengajukan ulang dan menyusun kesepakatan baru.
Analis memperkirakan versi RUU yang dihidupkan kembali di bawah kendali Demokrat akan memuat standar kepatuhan yang lebih ketat, perlindungan konsumen yang lebih kuat, dan aturan yang lebih keras untuk keuangan terdesentralisasi (DeFi), yaitu layanan keuangan yang berjalan lewat program di jaringan kripto tanpa bank sebagai perantara. Mekanismenya sederhana: makin ketat aturan, makin besar kewajiban yang harus dipenuhi pelaku pasar, dan biaya kepatuhan itu bisa memengaruhi siapa saja yang masih mau beroperasi di sebuah layanan.
Pergeseran ini juga terlihat dari siapa yang akan memimpin komite. Senator Elizabeth Warren, yang selama ini dikenal sebagai pengkritik kripto, diperkirakan memimpin Komite Perbankan Senat. Kelompok advokasi industri kripto memperkirakan arahnya akan bergeser dari pelonggaran aturan ke pengawasan yang lebih ketat terhadap bursa aset digital dan keterkaitannya dengan sistem perbankan. Di DPR, Komite Jasa Keuangan diperkirakan fokus pada kewajiban cadangan untuk stablecoin, yaitu kripto yang nilainya dipatok ke mata uang seperti dolar, serta transparansi kepada konsumen dan pencegahan pencucian uang.
Industri kripto sebenarnya sudah mengeluarkan dana besar selama siklus pemilu 2026 untuk mendukung kandidat yang pro-inovasi. Hasil pemilu ini menjadi kemunduran bagi upaya tersebut. Tanpa undang-undang menyeluruh, regulator federal kemungkinan akan lebih mengandalkan tindakan penegakan aturan yang sudah ada.
Ceritanya juga meluas ke kecerdasan buatan (AI). Seiring infrastruktur AI yang makin besar, Kongres baru diperkirakan lebih menekankan perlindungan data pribadi dan keamanan nasional. Anggota Demokrat juga disebut akan mendorong kerangka manajemen risiko formal dan transparansi pada penggunaan AI berisiko tinggi.
Yang belum pasti adalah apakah RUU CLARITY akan dihidupkan lagi dalam sisa masa sidang setelah pemilu, atau baru dibahas pada 2027. Pelaku industri dan pembuat kebijakan dari kedua kubu mengakui perlunya aturan yang jelas, tetapi cara mencapainya masih terbuka. Ada beberapa sinyal yang bisa dipantau: apakah muncul kesepakatan lintas partai dalam sisa masa sidang ini, apakah komite Senat dan DPR mulai menjadwalkan pembahasan kripto, dan seberapa aktif regulator bergerak tanpa undang-undang baru.
Kabar ini belum berarti aturan pasti berubah dalam waktu dekat. Yang sudah berubah adalah peta politiknya, dan dari peta itulah arah aturan kripto akan lebih terlihat ke depan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
