India dan Singapura Bahas Tokenisasi Aset dan Tantangan Aturannya
Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman bertemu dengan Leong Sing Chiong, Wakil Direktur Pelaksana otoritas moneter Singapura, pada 10 Oktober untuk membahas tokenisasi aset dan tantangan aturan yang menyertainya. Pesannya satu: dua negara ini sedang mencoba menyamakan langkah soal bagaimana aset digital kelak diatur, dan pembicaraan itu masih di tahap awal — belum ada kebijakan baru yang diputuskan.
Tokenisasi, inti dari pertemuan ini, pada dasarnya adalah mengubah kepemilikan atas suatu aset — entah obligasi, mata uang, atau surat berharga lain — menjadi catatan digital yang bisa dipindahtangankan secara langsung. Gagasannya, kalau kepemilikan dicatat dalam bentuk token, perpindahan aset bisa lebih cepat dan lebih murah ketimbang lewat rantai perantara yang panjang. Di situlah efisiensi yang disebut kedua pihak berasal, sekaligus di situ pula tantangan aturannya muncul: siapa yang menjamin token itu benar-benar mewakili aset aslinya, dan hukum negara mana yang berlaku ketika token berpindah lintas batas.
Dua hal yang disebut sebagai kunci — interoperabilitas dan penyelesaian yang tepercaya — sebenarnya menjawab persoalan itu. Interoperabilitas berarti sistem token di satu negara bisa 'berbicara' dengan sistem di negara lain, supaya aset tidak terkurung dalam satu platform saja. Penyelesaian yang tepercaya berarti ketika sebuah transaksi dinyatakan selesai, kedua belah pihak sama-sama yakin aset dan pembayarannya benar-benar sudah berpindah, tanpa ada risiko satu sisi menerima dan sisi lain tidak. Tanpa dua hal ini, tokenisasi hanya rapi di atas kertas tetapi rawan di praktik.
Yang perlu dicatat, pertemuan ini sifatnya menegaskan kerja sama, bukan mengumumkan hasil. Arah kebijakan masih bisa berubah dan sangat bergantung pada langkah konkret yang menyusul. Sinyal yang layak diperhatikan ke depan adalah apakah muncul kerangka aturan bersama, proyek uji coba, atau standar teknis yang disepakati — itu baru menandakan pembicaraan ini berpindah dari niat ke pelaksanaan. Selama belum ada, kabar ini lebih tepat dibaca sebagai penanda arah, bukan pemicu perubahan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
