Imbal hasil obligasi AS turun ke level terendah delapan minggu | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Imbal hasil obligasi AS turun ke level terendah delapan minggu

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS jangka panjang turun ke level terendah dalam delapan minggu terakhir. Penyebab utamanya, menurut laporan pasar, adalah lega-nya investor obligasi setelah Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela AS.

Yield adalah keuntungan tahunan yang didapat pembeli obligasi, dan arahnya selalu berlawanan dengan harga obligasi. Ketika yield turun, harga obligasi naik. Investor obligasi biasanya tidak suka ketidakpastian, karena mereka menanamkan uang untuk jangka waktu panjang dan ingin tahu arah kebijakan ke depan. Ketika hasil pemilu dianggap lebih jelas, tekanan jual di pasar obligasi bisa mereda, dan harga pun terdorong naik.

Ini masih reaksi awal pasar, belum tentu arah yang akan bertahan. Yang perlu diperhatikan adalah apakah yield kembali naik dari level terendah ini, dan bagaimana pasar menilai kebijakan konkret yang muncul setelah pemilu. Sikap investor bisa berubah cepat jika data ekonomi atau pernyataan resmi tidak sesuai harapan. Bagi pembaca awam, perlu diingat bahwa pergerakan yield obligasi AS sering terasa ke pasar lain, termasuk nilai tukar dan saham, karena yield menjadi patokan imbal hasil aset lainnya.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.