Imbal Hasil 7% dari Saham Preferen MetLife Datang Bersama Risiko Suku Bunga
Dua saham preferen terbitan MetLife, dengan kode MET.PR.E dan MET.PR.F, kini memberi imbal hasil sekitar 7% dan diperdagangkan di bawah nilai nominalnya. Angka itu menarik, tetapi satu hal perlu dipahami lebih dulu sebelum tergoda: daya tarik utamanya bukan karena harganya salah dinilai pasar, melainkan karena suku bunga di pasar secara keseluruhan memang sedang tinggi — dan itu pula yang membuat harganya rapuh.
Saham preferen jenis ini membayar dividen tetap, nilainya tidak berubah dari waktu ke waktu. Di sinilah kaitannya dengan suku bunga menjadi penting. Ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) naik, instrumen yang dianggap aman pun ikut membayar lebih besar. Akibatnya, pembayaran tetap dari saham preferen jadi terasa kurang bersaing, dan satu-satunya cara agar imbal hasilnya kembali setara adalah lewat turunnya harga. Jadi ketika suku bunga naik, harga saham preferen cenderung bergerak ke arah sebaliknya. Memahami hubungan ini berguna, karena pola yang sama berlaku pada hampir semua instrumen berpenghasilan tetap yang Anda temui.
Dari sisi kemampuan membayar, posisinya justru kuat. Dividen preferen ini tercatat memiliki tingkat perlindungan sekitar 20 kali lipat, artinya laba yang tersedia jauh melampaui kewajiban pembayaran, sehingga risiko dividen tak terbayar tergolong kecil. Porsi saham preferen juga hanya sekitar 10% dari ekuitas perusahaan, bukan beban yang berlebihan. Harganya yang di bawah nilai nominal pun punya sisi baik: jika suatu saat perusahaan menebus kembali saham tersebut pada nilai nominal, selisih itu menjadi keuntungan bagi pemegangnya — sehingga diskon tadi membantu meredam risiko penebusan dini.
Yang membuat keseimbangannya tetap rapuh adalah ketidakpastian arah suku bunga ke depan. Selama imbal hasil Treasury masih berpeluang naik lebih jauh, tekanan pada harga saham preferen ini tetap ada, betapapun sehatnya kondisi keuangan penerbitnya. Sinyal yang perlu diperhatikan karena itu bukan berita tentang perusahaannya, melainkan arah suku bunga dan imbal hasil obligasi pemerintah: selama keduanya belum mereda, perhitungan untung-rugi bagi dana baru yang masuk tetap tipis dan perlu dicermati.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
