HSBC Bangun Institut AI di Hong Kong, Blockchain Masuk Agenda Awal | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

HSBC Bangun Institut AI di Hong Kong, Blockchain Masuk Agenda Awal

HSBC mengumumkan rencana mendirikan institut riset kecerdasan buatan (AI) berskala global di Hong Kong, dan menempatkan blockchain sebagai salah satu prioritas awalnya bersama sejumlah penggunaan AI dan kriptografi tahan-kuantum. Rencana itu disampaikan pada 1 November oleh co-CEO HSBC untuk kawasan Asia dan Timur Tengah, dengan institut tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.

Satu hal yang menonjol dari kabar ini: sebuah bank besar tidak lagi memperlakukan AI dan blockchain sebagai eksperimen sampingan, melainkan sesuatu yang diberi rumah permanen dan tim khusus. HSBC menyebut saat ini mereka punya 150 tenaga ahli AI di Hong Kong, dan memperkirakan jumlah itu bisa berlipat dua dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Artinya, kebutuhan tenaga dan investasi di bidang ini sedang dibangun untuk jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.

Di sisi lain, HSBC juga mulai menggulirkan RedCoin, stablecoin berbasis dolar Hong Kong miliknya, secara bertahap. Stablecoin adalah aset digital yang nilainya dipatok ke mata uang biasa — dalam hal ini dolar Hong Kong — sehingga dipakai lebih untuk memindahkan dan menyimpan uang dengan cepat ketimbang untuk berspekulasi. Mekanismenya sederhana: karena nilainya menempel pada mata uang resmi, pengguna bisa mengirim dana antar sesama pengguna atau membayar ke pedagang tanpa gejolak harga seperti pada aset kripto pada umumnya. Tahap pertama RedCoin memang difokuskan pada dua hal itu, yakni transfer antarpengguna dan pembayaran ke merchant.

Agar mudah dijangkau, HSBC berencana membuka akses dompet RedCoin lewat PayMe dan menambahkannya ke aplikasi perbankan seluler mereka di Hong Kong sebelum akhir tahun. Pengguna disebut bisa mengaktifkan dompet tanpa harus menaruh saldo minimum atau membuka rekening lain lebih dulu — penurunan hambatan masuk yang biasanya menjadi penentu seberapa cepat layanan semacam ini dipakai orang banyak.

Yang masih perlu dilihat adalah eksekusinya. Institut baru akan beroperasi pada 2027, dan penggelaran bertahap RedCoin berarti cakupan serta penerimaannya masih akan berkembang. Seberapa jauh langkah ini ikut menggerakkan minat institusi lain pada aset digital adalah bagian cerita yang belum selesai, dan patut diikuti dari seberapa luas layanan ini benar-benar dipakai di lapangan.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.