Hong Kong Siapkan Penyelesaian CBDC 24 Jam pada Akhir 2026
Otoritas moneter Hong Kong (HKMA) berencana menghadirkan penyelesaian transaksi selama 24 jam menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC) versi grosir pada akhir 2026, lewat sistem bernama EnsembleTX. Intinya satu: membuat uang bank sentral tersedia kapan saja, supaya transaksi tidak lagi harus menunggu jam kerja bank buka.
Untuk memahami kenapa ini penting, bayangkan apa itu "penyelesaian" atau settlement — momen ketika uang dan aset benar-benar berpindah tangan dan transaksi dianggap tuntas. Selama ini jaringan blockchain berjalan tanpa henti, siang malam dan akhir pekan, sementara sistem perbankan biasa tutup di luar jam kerja. Akibatnya ada jeda: sebuah transaksi bisa sudah tercatat di blockchain, tapi sisi uangnya baru benar-benar selesai saat bank buka lagi. Rencana Hong Kong adalah menutup jeda itu dengan memungkinkan bank-bank peserta menyelesaikan transaksi memakai uang bank sentral pada jam berapa pun.
EnsembleTX sendiri adalah tahap uji coba dari Project Ensemble, proyek tokenisasi Hong Kong. Sistem ini menggabungkan simpanan bank komersial yang sudah ditokenisasi dengan aset keuangan yang juga ditokenisasi, sehingga keduanya bisa berpindah dalam satu alur. Sepanjang 2026 HKMA disebut sudah melakukan sejumlah transaksi bernilai riil di EnsembleTX, dan berencana menyempurnakan platform ini secara bertahap sebelum penyelesaian penuh 24 jam dengan uang bank sentral benar-benar berjalan.
Uji coba juga merambah ke perdagangan derivatif di luar jam bank. HKMA sedang mempertimbangkan pemakaian CBDC — dalam bentuk e-HKD grosir — untuk membayar margin di muka pada perdagangan derivatif setelah jam kerja. Percobaan ini dimulai pada Juni, dan perusahaan kliring yang ikut dapat melakukan transaksi bernilai riil di luar jam biasa. Sebagai perbandingan, cara lama mengharuskan setiap perusahaan mengajukan setoran margin paling lambat pukul 3 sore.
Bagian lain menyangkut Exchange Fund Bills, surat utang jangka pendek milik otoritas. HKMA berniat menguji tokenisasi surat-surat ini dengan nilai lebih dari HK$1,3 triliun sebelum 2026 berakhir — angka itu merujuk pada nilai surat yang dipakai untuk pengujian, bukan satu penerbitan tunggal. Tujuannya melihat bagaimana surat tertokenisasi bisa membantu pengelolaan aset dan kewajiban sepanjang waktu.
Hong Kong juga terus memperluas transaksi obligasi tertokenisasi di kalangan institusi. Pada Juni dibentuk kelompok ahli obligasi tertokenisasi yang beranggotakan lembaga keuangan; sampai saat itu kota tersebut telah menerbitkan lebih dari HK$6,8 miliar obligasi pemerintah tertokenisasi, dan Hong Kong Mortgage Corporation menerbitkan obligasi digital senilai HK$12 miliar. Di sisi stablecoin, aturan yang berlaku sejak Agustus 2025 mewajibkan penerbit stablecoin mengantongi lisensi dari HKMA, lengkap dengan ketentuan soal cadangan, penebusan, tata kelola, manajemen risiko, dan pencegahan pencucian uang. Rencana pemakaian untuk pembiayaan perdagangan bersama daratan Tiongkok, serta transaksi percobaan lainnya, ditargetkan tuntas sebelum akhir 2026.
Yang perlu diingat, hampir semua ini masih berstatus rencana, uji coba, dan tahap percontohan — bukan sistem yang sudah beroperasi penuh. Target akhir 2026 bisa saja bergeser, dan ukuran kemajuan yang paling jujur adalah seberapa jauh transaksi bernilai riil benar-benar diperluas dan apakah penyelesaian 24 jam itu akhirnya dinyalakan secara resmi. Untuk sekarang, arahnya jelas menuju infrastruktur keuangan yang menyala terus, tetapi kecepatan dan bentuk akhirnya masih bergantung pada hasil setiap tahap uji.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
