Hong Kong Siapkan Aturan Lisensi Baru untuk Empat Jenis Layanan Aset Kripto
Hong Kong berencana mengajukan sebuah rancangan undang-undang sebelum akhir 2026 yang akan mewajibkan lisensi bagi empat jenis layanan aset virtual. Keempatnya mencakup perdagangan aset virtual, penyimpanan (custody), pemberian nasihat, serta pengelolaan. Intinya satu: kota ini ingin memperluas siapa saja di industri kripto yang harus mengantongi izin resmi, bukan hanya bursa tempat orang jual-beli.
Kenapa ini penting? Selama ini perhatian pengawas biasanya tertuju pada tempat transaksi berlangsung. Dengan mewajibkan lisensi juga untuk pihak yang menyimpankan aset, yang memberi nasihat, dan yang mengelola dana orang lain, pengawas mencoba menutup celah di sepanjang rantai layanan. Logikanya sederhana: uang pengguna tidak hanya berpindah saat dibeli atau dijual, tetapi juga saat dititipkan, dinasihatkan, dan dikelola. Mewajibkan izin di tiap titik itu membuat setiap pihak harus memenuhi standar tertentu sebelum boleh beroperasi.
Yang perlu dicatat, ini masih tahap rencana. Rancangan undang-undang baru dijadwalkan diajukan dalam tahun ini, dan sebuah rancangan belum tentu langsung menjadi aturan yang berlaku — isinya masih bisa berubah dalam proses pembahasan. Jadi kabar ini lebih tepat dibaca sebagai arah kebijakan yang sedang dibentuk, bukan aturan yang sudah final. Detail seperti syarat lisensi, siapa yang wajib mendaftar, dan kapan mulai berlaku adalah hal-hal yang akan menentukan seberapa besar dampaknya, dan hal-hal itulah yang layak diikuti ketika teks rancangannya benar-benar keluar.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
