Harga Perak Tergelincir ke Bawah $53,50 Saat Pasar Ragukan Arah The Fed
Harga perak (XAG/USD) tergelincir ke bawah $53,50 dan bergerak di sekitar $53,30 per troy ounce pada sesi perdagangan Asia hari Kamis, memperpanjang pelemahan untuk hari kedua berturut-turut. Pemicunya satu hal yang sama: pasar belum yakin ke mana arah kebijakan suku bunga The Fed, dan keraguan itu cukup untuk membuat perak terus kehilangan tenaga.
Kenapa urusan suku bunga bank sentral AS bisa menyeret harga perak? Kuncinya ada pada sifat perak sendiri. Berbeda dengan deposito atau obligasi, memegang perak tidak memberi bunga sepeser pun. Jadi saat pasar menduga suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama, menyimpan uang dalam bentuk yang berbunga terasa lebih menarik, sementara aset yang tidak berbunga seperti perak jadi kalah pamor. Di saat bersamaan, ekspektasi suku bunga tinggi cenderung menopang dolar AS, dan karena perak dihargai dalam dolar, dolar yang lebih kuat membuat perak terasa lebih mahal bagi pembeli di luar AS — permintaan pun tertahan.
Yang membuat pelemahan dua hari ini layak dicatat bukan besar angkanya, melainkan sumbernya: ini soal ekspektasi, bukan peristiwa yang sudah pasti. Selama gambaran arah The Fed masih kabur, perak rawan bergerak mengikuti setiap petunjuk baru. Artinya, data ekonomi AS berikutnya atau nada pernyataan dari pejabat The Fed bisa dengan cepat mengubah suasana — ke arah yang lebih menekan perak jika sinyalnya menguatkan suku bunga tinggi, atau justru melegakan jika pasar mulai yakin pelonggaran lebih dekat. Arahnya belum ditentukan, dan itulah bagian yang perlu diikuti.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
