Harga Mahal Menekan Permintaan LNG Asia untuk Tahun Kedua | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Harga Mahal Menekan Permintaan LNG Asia untuk Tahun Kedua

Permintaan gas alam cair atau LNG di Asia diperkirakan kembali menurun tahun ini, penurunan untuk tahun kedua berturut-turut, seiring perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memangkas pasokan dari kawasan Teluk. Berkurangnya pasokan itu membuat barang jadi lebih langka, harga terkerek ke level tertinggi dalam beberapa tahun, dan pada gilirannya membuat pembeli menahan konsumsi.

Inti ceritanya sederhana: harga yang mahal-lah yang menekan permintaan, bukan karena orang tiba-tiba tidak butuh gas. Ketika sebagian pasokan dari Teluk tersendat akibat perang, jumlah LNG yang beredar di pasar menyusut. Barang yang lebih sedikit sementara kebutuhan tetap ada membuat harga naik. Begitu harga menembus level tinggi yang tidak terjangkau bagi sebagian pembeli, mereka mengurangi pembelian, mencari sumber energi lain, atau sekadar memakai lebih hemat. Dari situ permintaan yang tercatat pun ikut turun.

Yang perlu diingat, gambaran ini bergantung pada jalannya konflik. Kalau ketegangan mereda dan pasokan dari Teluk kembali mengalir normal, tekanan pada harga bisa mengendur dan permintaan berpeluang pulih. Sebaliknya, bila gangguan pasokan berlanjut atau meluas, harga bisa bertahan tinggi dan permintaan tetap tertekan. Kabar soal perkembangan perang, kondisi pasokan dari Teluk, serta arah harga gas menjadi hal yang layak diikuti karena itulah yang paling mungkin mengubah arah cerita ke depan.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.