Harga Elpiji Dunia Naik 9–11% untuk Oktober Seiring Minyak yang Menguat
Harga jual resmi gas elpiji (LPG) untuk Oktober naik sekitar 9 sampai 11 persen, setelah Saudi Aramco, produsen minyak milik negara Arab Saudi, mengerek harga acuannya. Langkah serupa datang dari Sonatrach, perusahaan energi Aljazair. Menurut kalangan pedagang, kenaikan ini didorong oleh harga minyak yang sedang menanjak sekaligus permintaan yang lebih tinggi di pasar global.
Satu hal yang perlu dipahami: harga elpiji tidak bergerak sendiri, ia menempel pada harga minyak. Elpiji sebagian besar lahir dari proses pengolahan minyak dan gas, jadi ketika bahan bakunya — minyak — menjadi lebih mahal, biaya untuk menghasilkan elpiji ikut naik, dan harga jualnya menyusul. Di saat yang sama, kalau banyak pembeli berebut pasokan yang jumlahnya terbatas, penjual punya ruang untuk memasang harga lebih tinggi. Dua tekanan itu, biaya dan permintaan, bekerja ke arah yang sama bulan ini.
Angka 9–11 persen adalah patokan resmi dari produsen untuk pengapalan Oktober, bukan harga akhir yang pasti sampai ke konsumen. Berapa besar dampaknya terasa di tiap negara masih bergantung pada hal lain seperti nilai tukar, biaya angkut, dan kebijakan di masing-masing pasar. Yang jelas untuk diperhatikan ke depan adalah arah harga minyak itu sendiri: selama minyak tetap kuat dan permintaan tinggi, acuan elpiji cenderung ikut tertahan di atas; sebaliknya, kalau tekanan harga minyak mereda, alasan utama kenaikan ini juga melemah.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
