Harga Avtur Naik, Maskapai Besar AS Mulai Pangkas Sebagian Penerbangan | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Harga Avtur Naik, Maskapai Besar AS Mulai Pangkas Sebagian Penerbangan

Kenaikan harga avtur membuat sejumlah maskapai besar Amerika Serikat mulai memangkas jadwal penerbangan, meski jumlah penumpang mereka justru masih ramai. Harga rata-rata avtur global naik 6,1% dalam sepekan menjadi 181,46 dolar AS per barel pekan lalu, menurut asosiasi maskapai internasional (IATA), dan lonjakan itu langsung terasa di ongkos operasi American Airlines, United Airlines, dan Southwest Airlines.

Bahan bakar adalah salah satu pos biaya terbesar sebuah maskapai. Ketika harganya naik, sebagian rute — terutama yang tipis penumpangnya — bisa berubah dari untung tipis menjadi rugi, karena ongkos menerbangkannya melampaui pemasukan dari tiket. Cara paling cepat menahannya sering kali bukan menaikkan harga tiket seketika, melainkan mengurangi frekuensi atau membatalkan penerbangan yang paling tidak menguntungkan. Itulah yang mulai dilakukan.

Chief Financial Officer American Airlines, Devon May, mengatakan harga avtur untuk kuartal keempat berjalan sekitar 1 dolar AS per galon di atas perkiraan yang dibuat maskapai pada Juli, sehingga menambah tagihan bahan bakar sekitar 1 miliar dolar AS. American menyebut akan terus menyesuaikan kapasitas pada sisa kuartal keempat. Di United, Chief Financial Officer Michael Leskinen mengatakan sebagian penerbangan yang tadinya direncanakan pada Desember tidak jadi diterbangkan, dan bila harga bahan bakar tetap tinggi, penyesuaian bisa berlanjut ke kuartal pertama sampai 2027.

Yang menarik, pemangkasan ini terjadi bukan karena penumpang sepi. American memperkirakan pendapatan kuartal ketiga masih tumbuh 16% hingga 19% dibanding setahun sebelumnya, ditopang permintaan domestik maupun internasional serta kelas premium dan ekonomi. Leskinen menggambarkan pemesanan tiket United sangat kuat, dengan sedikit sekali tanda permintaan melemah. Southwest bahkan menyebut pemesanan musim gugur yang lebih baik dari perkiraan membantu menutup kenaikan biaya bahan bakar, sehingga panduan labanya untuk kuartal ketiga tetap dipertahankan. Jadi gambarannya adalah biaya yang naik, bukan permintaan yang runtuh.

Southwest sendiri sudah memangkas sekitar separuh dari rencana pertumbuhan kapasitasnya yang memang tergolong sedang untuk 2026. Chief Financial Officer-nya, Tom Doxey, menyebut memangkas kapasitas adalah respons yang wajar jika harga bahan bakar tinggi lebih lama. Namun juru bicara maskapai menegaskan penyesuaian yang sudah dilakukan sejauh ini sangat kecil, dan pernyataan Doxey lebih sebagai gambaran, bukan tindakan yang benar-benar sudah diambil.

Arah cerita ke depan bergantung pada satu hal sederhana: berapa lama harga avtur bertahan tinggi. Jika ia turun kembali, tekanan biaya mereda dan penerbangan yang dipangkas bisa saja dipulihkan. Jika bertahan tinggi, seperti diisyaratkan United, pemotongan jadwal berpotensi merembet ke tahun depan. Dua hal yang layak diikuti adalah pergerakan harga bahan bakar itu sendiri dan apakah pemesanan tiket yang sampai kini kuat tetap bertahan.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.