Guilty Plea dalam Penipuan Kripto $1,16 Juta: Jebakan 'Bayar Dulu Baru Cuan'
Seorang pria berusia 25 tahun asal Wolcott, Connecticut, mengaku bersalah di pengadilan federal di Bridgeport atas tuduhan penipuan dan pencucian uang dalam skema investasi kripto yang membuat lebih dari 10 orang kehilangan total $1.159.945,34, atau sekitar $1,16 juta. Pengakuan bersalah itu mencakup empat dakwaan: dua penipuan lewat sarana komunikasi (wire fraud), satu pencucian uang lintas negara, dan satu keterangan palsu kepada penyidik.
Satu pola dari kasus ini layak dipahami siapa pun yang tertarik aset kripto, karena pola itu berulang di mana-mana: korban diminta menyetor uang lebih dulu sebelum bisa menarik 'keuntungan'. Antara Mei 2021 hingga Maret 2025, pelaku memperkenalkan diri sebagai investor kripto yang katanya rutin mencetak imbal hasil tinggi. Setelah uang korban masuk, mereka diberi tahu bahwa investasinya sudah naik nilainya — tetapi untuk mencairkannya, mereka harus lebih dulu membayar 'gas fee' tambahan.
Di sinilah letak tipuannya. Pada jaringan kripto yang asli, biaya jaringan memang ada dan dipotong otomatis dari transaksi; biaya itu tidak pernah menjadi syarat yang harus Anda transfer terpisah ke seseorang agar 'keuntungan' bisa keluar. Begitu sebuah platform atau orang meminta Anda menyetor uang baru hanya untuk mencairkan dana yang katanya sudah jadi milik Anda, itu justru sinyal bahwa keuntungan tersebut tidak pernah ada. Uang baru yang disetor bukan membuka pintu pencairan — ia hanya menambah kerugian. Dalam kasus ini pelaku bahkan menyebut ada sosok bernama 'The Chef' yang disebut mengendalikan pencairan, sebuah cara klasik mengulur waktu sambil terus meminta transfer.
Ke mana uang itu sebenarnya pergi? Menurut dakwaan, dana korban dikirim ke sebuah platform judi lepas pantai dan habis dipertaruhkan di sana. Jadi tidak ada portofolio, tidak ada posisi yang tumbuh — hanya uang yang berpindah lalu lenyap.
Pelaku ditangkap pada 12 Februari dan kini bebas dengan jaminan $500.000. Ia juga dinilai memberi keterangan palsu saat diwawancarai penyidik pada September 2023. Masing-masing dakwaan penipuan dan pencucian uang membawa ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, sedangkan dakwaan keterangan palsu maksimal lima tahun. Vonis dijadwalkan dibacakan pada 11 Januari 2027.
Untuk pembaca, nilai berita ini bukan pada angka kerugiannya, melainkan pada cara mengenali jebakannya lebih awal: imbal hasil tinggi yang dijanjikan konsisten, permintaan 'biaya tambahan' agar dana bisa ditarik, dan sosok misterius yang katanya memegang kunci pencairan. Tiga tanda itu muncul berulang jauh sebelum korban menyadari uangnya sudah tak bisa kembali.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
