Google dan Meta Tahan Permintaan Data Luas dari Otoritas Imigrasi AS
Google, Meta, dan beberapa perusahaan teknologi besar lain disebut mulai menolak permintaan data pengguna yang luas dari otoritas imigrasi Amerika Serikat (ICE), yang tengah menyisir berbagai platform terkait percakapan soal imigrasi. Intinya satu: siapa yang berhak membuka data pengguna, dan seberapa luas permintaan itu boleh, sekarang jadi tarik ulur terbuka antara perusahaan teknologi dan lembaga pemerintah.
Mekanismenya sederhana kalau dirunut. Perusahaan seperti ini menyimpan jejak digital banyak orang — akun, pesan, aktivitas. Ketika sebuah lembaga pemerintah ingin menelusuri sesuatu, ia bisa meminta data itu ke perusahaan. Yang jadi persoalan bukan sekadar ada atau tidaknya permintaan, melainkan seberapa lebar jangkauannya: permintaan yang menyasar satu kasus spesifik berbeda jauh dari permintaan yang menyapu banyak pengguna sekaligus. Terhadap permintaan yang dinilai terlalu luas inilah perusahaan-perusahaan tersebut memilih menahan dan melawan, bukan langsung memenuhi.
Untuk saat ini kabarnya masih berupa sikap awal, bukan keputusan akhir. Yang perlu diperhatikan ke depan adalah bagaimana perlawanan ini diselesaikan — lewat jalur hukum, aturan baru, atau kesepakatan soal batas permintaan. Arah penyelesaian itu yang nantinya akan menentukan seberapa besar dampaknya, dan sejauh ini belum ada kepastian ke mana ia bergerak.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
