Google Cloud Tutup Dua Layanan Blockchain-nya Mulai 15 Desember 2026
Google Cloud menyatakan akan menutup dua layanan blockchain-nya, yaitu Blockchain Node Engine dan Blockchain RPC, pada 15 Desember 2026, dan menyarankan para penggunanya untuk pindah lebih dulu sebelum tanggal penutupan.
Untuk memahami kenapa ini penting, perlu tahu apa yang sebenarnya dikerjakan layanan semacam ini. Sebuah aplikasi yang ingin membaca atau mengirim data ke jaringan blockchain tidak bisa langsung bicara dengan jaringan itu begitu saja; ia butuh titik sambungan yang terus menyala dan ikut "mendengarkan" seluruh jaringan. Layanan seperti Node Engine dan RPC menyediakan titik sambungan itu, sehingga pengembang aplikasi tidak perlu membangun dan merawat sendiri infrastruktur yang rumit dan mahal. Jadi fungsinya mirip jembatan sewaan: begitu jembatannya ditutup, siapa pun yang selama ini lewat situ harus mencari jalan lain.
Itulah inti kabar ini — salah satu penyedia komputasi awan terbesar memilih mundur dari menyediakan alat bantu blockchain, bukan soal naik atau turunnya harga aset kripto tertentu. Dampak nyatanya lebih terasa di sisi pengembang dan proyek yang selama ini bergantung pada dua layanan itu, karena mereka punya pekerjaan tambahan untuk memindahkan sambungannya.
Yang masih belum pasti adalah seberapa luas efeknya. Tenggat lebih dari setahun memberi ruang bagi pengguna untuk pindah secara bertahap, dan penyedia lain bisa saja mengambil alih peran yang ditinggalkan. Yang perlu diperhatikan ke depan adalah seberapa banyak proyek yang benar-benar terdampak dan seberapa mulus perpindahannya; dari situ baru terlihat apakah kabar ini sekadar urusan teknis antarpenyedia atau menandai pergeseran yang lebih besar soal siapa yang mau menopang infrastruktur blockchain.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
