Gejolak Pasar Dinilai Sebagian Kalangan sebagai Peluang Menambah Posisi
Seorang ahli strategi investasi dari firma pengelola kekayaan Hightower, Stephanie Link, menilai bahwa gejolak pasar yang terjadi belakangan justru bisa dimanfaatkan investor untuk menambah posisi di portofolio mereka. Pandangan itu ia sampaikan sambil membahas tren pasar terbaru dan sejumlah pelajaran dari musim laporan keuangan perusahaan.
Intinya satu: naik-turun harga yang tajam tidak selalu berarti bahaya. Saat pasar bergejolak, sebagian harga saham ikut turun. Bagi orang yang berinvestasi untuk jangka panjang, penurunan itu membuka kesempatan membeli di harga yang lebih murah dibanding beberapa waktu sebelumnya — bukan karena harga pasti akan naik lagi, tetapi karena biaya masuknya menjadi lebih rendah. Itulah logika di balik pandangan tersebut: gejolak menggeser harga, dan harga yang lebih rendah mengubah hitung-hitungan sebagian investor.
Yang perlu dicatat, ini adalah satu sudut pandang, bukan kepastian. Harga yang lebih murah hari ini belum tentu murah secara nyata kalau prospek perusahaannya ikut memburuk. Karena itu arah pasar ke depan tetap bergantung pada data — terutama hasil laporan keuangan perusahaan dan kondisi ekonomi yang keluar berikutnya. Kalau laporan mengecewakan, gejolak bisa berlanjut dan harga bisa turun lebih jauh; kalau hasilnya solid, tekanan bisa mereda. Keduanya masih terbuka, dan itulah sebabnya keputusan menambah atau menahan posisi selalu kembali pada profil dan kesiapan masing-masing investor.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
